KabarBaik.co, Surabaya – PT Bank DBS Indonesia menjalin kerja sama dengan National Hospital Surabaya untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi nasabah kartu kreditnya, khususnya di Surabaya dan sekitarnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan bernilai tambah yang mengintegrasikan kebutuhan finansial dengan layanan kesehatan.
Melalui kerja sama ini, nasabah kartu kredit Bank DBS Indonesia memperoleh akses terhadap sejumlah layanan kesehatan di National Hospital, mulai dari layanan rawat jalan, pemeriksaan kesehatan (medical check-up), hingga layanan rawat inap dengan mekanisme pelayanan yang lebih terintegrasi.
CEO National Hospital Ang Hoey Tiong mengatakan, kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya rumah sakit dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri.
Menurutnya, National Hospital terus mengembangkan pelayanan kesehatan dengan dukungan teknologi medis, tenaga kesehatan berpengalaman, serta pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Kami mengapresiasi kerja sama dengan PT Bank DBS Indonesia yang memiliki visi untuk memberikan nilai tambah kepada nasabah, termasuk melalui dukungan terhadap kesehatan dan kesejahteraan,” ujar Ang Hoey Tiong, Rabu (5/8).
Ia menambahkan, National Hospital saat ini mengembangkan sejumlah layanan unggulan, di antaranya Neuroscience Center, Hip and Knee Center, Heart Center, Chevalmed, serta layanan dermatologi, bedah plastik, dan rekonstruksi.
Di sisi lain, Head of Usage and Partnership Card & Loan Business PT Bank DBS Indonesia Marysa Iskandar mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan manfaat tambahan bagi nasabah melalui kemitraan di sektor kesehatan.
Menurut dia, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat sehingga kolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan menjadi salah satu bentuk penguatan pengalaman nasabah di luar layanan perbankan.
Dalam kerja sama tersebut, nasabah kartu kredit Bank DBS Indonesia berhak memperoleh potongan harga sebesar 10 persen untuk sejumlah layanan medical check-up di National Hospital. Program tersebut berlaku hingga akhir 2026 sesuai ketentuan yang ditetapkan kedua belah pihak.
Kolaborasi antara sektor perbankan dan layanan kesehatan dinilai menjadi salah satu tren yang berkembang dalam menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat. Selain memperkuat hubungan dengan nasabah, kemitraan semacam ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan berkualitas. (*)







