Delegasi Auditor Negara se-Asia Pelajari Tata Kelola Sumber Daya Mineral di Smelter PTFI

oleh -163 Dilihat
Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi menyampaikan operasional pertambangan terintegrasi dari hulu hingga hilir, yang mencakup kegiatan penambangan, pengolahan, hingga pemurnian di smelter.
Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi menyampaikan operasional pertambangan terintegrasi dari hulu hingga hilir, yang mencakup kegiatan penambangan, pengolahan, hingga pemurnian di smelter. (Foto: Ist/Humas PTFI)

KabarBaik.co, Gresik – Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik menjadi tujuan kunjungan delegasi auditor negara dari berbagai negara di Asia. Sebanyak 16 peserta dari Asian Organization of Supreme Audit Institutions Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI datang untuk mempelajari praktik pengelolaan sumber daya mineral dan lingkungan yang diterapkan perusahaan.

Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai proses bisnis pertambangan yang terintegrasi, mulai dari kegiatan penambangan, pengolahan konsentrat, hingga pemurnian mineral bernilai tambah di fasilitas smelter.

Perwakilan Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara (Supreme Audit Institution/SAI) Pakistan sekaligus Direktur Jenderal Audit (Perubahan Iklim dan Lingkungan), Moeed Ali, menilai PTFI berhasil menunjukkan keseimbangan antara aspek ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Saya melihat yang dilakukan PTFI merupakan pencapaian yang luar biasa. PTFI mampu menunjukkan keseimbangan antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Moeed Ali saat mengunjungi Smelter PTFI di Gresik, Rabu (3/6) lalu.

ASOSAI WGEA merupakan kelompok kerja di bawah ASOSAI yang berfokus pada pengembangan kapasitas lembaga pemeriksa keuangan negara dalam pelaksanaan audit lingkungan. Organisasi ini beranggotakan sekitar 32 negara di Asia, termasuk Indonesia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Thailand, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Rusia.

Melalui forum tersebut, para anggota didorong untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan guna memperkuat kualitas audit lingkungan di masing-masing negara. Selain itu, ASOSAI WGEA secara rutin menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi para auditor.

Perwakilan BPK menjelaskan, kunjungan ke Smelter PTFI merupakan bagian dari agenda Kick-Off Meeting ASOSAI Working Group on Environmental Auditing (WGEA) 7th Cooperative Environmental Audit yang berlangsung di Surabaya pada 2–4 Juni 2026.

Delegasi yang hadir berasal dari sejumlah negara, yakni Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar, Pakistan, dan Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai kontribusi audit sektor publik dalam mendukung tata kelola sumber daya yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berbagi pengalaman mengenai praktik tata kelola dan operasional pertambangan yang dijalankan.

“Kami sangat terhormat menerima kunjungan dari ASOSAI WGEA dan BPK RI. Kehadiran para peserta ini merupakan bentuk pengakuan terhadap implementasi good governance serta komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan terintegrasi hulu-hilir yang berkelanjutan,” ujar Jenpino.

Dalam pemaparannya, Jenpino menjelaskan rantai operasional PTFI yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain membahas proses produksi, perusahaan juga memaparkan berbagai langkah pengelolaan lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, serta program keberlanjutan yang menjadi bagian dari kegiatan operasional.

Usai sesi presentasi, para delegasi berkesempatan meninjau langsung fasilitas smelter untuk melihat proses pemurnian mineral, penggunaan teknologi dalam operasional, hingga penerapan standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan di area industri tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.