KabarBaik.co, Gresik – PT PLN (Persero) memperkuat penyediaan listrik yang andal dan ramah lingkungan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan melalui sinergi dengan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), pengembang dan pengelola Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), untuk menopang kebutuhan industri berskala besar sekaligus mendukung transisi energi bersih.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik bagi industri yang beroperasi secara continuous process, sekaligus meningkatkan daya saing investasi di kawasan industri strategis nasional.
Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan PLN siap menjadi mitra strategis bagi kawasan industri melalui penyediaan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi dengan BKMS, PLN memastikan kebutuhan energi di KEK Gresik terpenuhi dengan kualitas layanan terbaik. Di saat yang sama, kerja sama ini juga mendukung transisi energi serta pertumbuhan investasi nasional,” ujar Rozy, Rabu (1/7).
Direktur Utama PT BKMS Bambang Soetiono mengatakan dukungan PLN, khususnya PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, telah menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan JIIPE selama hampir lima tahun terakhir.
Menurut Bambang, BKMS sejak awal dirancang sebagai kawasan industri hijau dengan komitmen tidak menggunakan batu bara di kawasan maupun pelabuhan guna menekan emisi. Ke depan, pengembangan pembangkit berbasis gas dan energi baru terbarukan akan terus didorong bersama PLN.
“Kami membangun kawasan industri yang berorientasi pada keberlanjutan. Karena itu, pengembangan energi yang lebih bersih menjadi bagian dari strategi jangka panjang kami,” kata Bambang.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi di kawasan industri, BKMS telah menandatangani perjanjian tambahan pasokan listrik sebesar 60 megawatt (MW) yang ditargetkan mulai mengalir pada 1 Desember 2026.
Tak hanya itu, kedua belah pihak juga tengah memproses kerja sama pemenuhan kebutuhan listrik hingga 800 MW secara bertahap sampai 2033. Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap maupun terapung berkapasitas 56 megawatt peak (MWp) serta Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 10 persen juga menjadi bagian dari rencana pengembangan energi hijau di kawasan tersebut.
General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menegaskan PLN terus memperkuat infrastruktur kelistrikan agar mampu mengimbangi pertumbuhan industri di KEK Gresik.
Menurutnya, peningkatan keandalan dilakukan melalui berbagai proyek strategis, mulai dari perbaikan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV jalur Gardu Induk (GI) Maspion-GI BKMS, pembangunan jalur transmisi Paciran sebagai jalur kedua, hingga pemasangan kubikel dan trafo Bravo untuk meningkatkan kualitas listrik tegangan menengah 20 kV.
“PLN UID Jawa Timur berkomitmen memastikan kebutuhan listrik di KEK Gresik terpenuhi secara andal, berkualitas, dan responsif terhadap pertumbuhan industri. Penguatan infrastruktur ini diharapkan mampu menjaga kelancaran operasional tenant yang membutuhkan tingkat keandalan listrik tinggi,” ujar Ahmad.
Penguatan sistem kelistrikan tersebut juga dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik PT Freeport Indonesia sebagai salah satu anchor tenant di KEK JIIPE yang diproyeksikan mencapai sekitar 100 MW pada akhir 2026.
Melalui kolaborasi ini, PLN dan BKMS optimistis KEK Gresik akan berkembang menjadi kawasan industri hijau berkelas dunia yang mampu menarik lebih banyak investasi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih. (*)






