KabarBaik.co, Mataram – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur NTB, Senin (4/5), berujung ricuh.
Massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian saat mencoba mendekati area kantor gubernur.
Aksi yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Mataram bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) itu mengangkat sejumlah tuntutan, terutama terkait rendahnya gaji guru yang dinilai tidak layak, serta berbagai persoalan pendidikan di Nusa Tenggara Barat.
Dalam orasinya, massa menuding pemerintah tidak serius menangani isu pendidikan.
“BEM se-Indonesia akan mengatensi kelakuan dari boneka-boneka kekuasaan semuanya,” teriak salah satu demonstran.
Koordinator aksi meminta aparat mengedepankan pendekatan persuasif dalam pengamanan agar tidak terjadi tindakan represif terhadap mahasiswa.
Massa juga mendesak agar difasilitasi bertemu langsung dengan Wakil Gubernur NTB dan Kepala Dinas Pendidikan.
“Kami datang baik-baik, tolong pertemukan kami dengan wakil gubernur dan kepala dinas pendidikan,” ujar peserta aksi.
Hingga aksi berlangsung, situasi sempat memanas namun tetap dalam pengawalan aparat keamanan.(*)







