Dengan Tongkang Bercakar, Operasi Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Dimulai

oleh -153 Dilihat
IMG 20260128 WA0018
kapal barge crane atau tongkang bercakar standby digunakan untuk operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

KabarBaik.co – Sebuah kapal barge crane atau tongkang bercakar standby digunakan untuk operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025.

Kapal tongkang Pioner 88 terlihat berada di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, di sekitar lokasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Posisi bangkai kapal tersebut telah ditandai dengan buoy yang dipasang sebelumnya.

Kasatpolairud Polrestabes Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, membenarkan keberadaan kapal tongkang di lokasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa proses pengangkatan bangkai kapal belum dimulai.

“Belum ada proses pengangkatan. Kapal tongkang bercakar baru menuju titik lokasi saja, belum ada pengangkatan sama sekali,” ujar Wahyudi.

Ia menjelaskan, tongkang bercakar telah berada di kawasan Selat Bali sejak beberapa hari terakhir. Area lokasi bangkai kapal saat ini dibatasi dengan radius sekitar 400 meter guna memastikan keselamatan dan mencegah kapal lain beraktivitas di sekitar lokasi.

Wahyudi menambahkan, seluruh proses pengangkatan bangkai kapal berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Sementara kepolisian hanya bertugas memberikan dukungan pengamanan sesuai dengan tugas masing-masing.

“Semua proses pengangkatan, termasuk kapal, asuransi, dan tenaga kerja, berada di bawah koordinasi KSOP,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan berlangsung selama sekitar satu bulan. Bangkai kapal rencananya akan dicacah menjadi beberapa bagian sebelum diangkat menggunakan mesin bercakar yang terpasang di tongkang Pioner 88.

Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal milik PT Raputra Jaya tersebut mengangkut 84 orang, termasuk kru kapal.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 penumpang dan kru berhasil selamat. Sementara sisanya dinyatakan meninggal dunia dan hilang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.