KabarBaik.co, Gresik – Matahari belum sepenuhnya menampakkan sinar. Embun pagi masih menggantung di dedaunan, sementara jalanan Kota Gresik belum seramai biasanya. Di tengah suasana yang masih lengang itu, puluhan pria berambut putih mulai berkumpul. Mengenakan helm, jersey, dan sepeda kesayangan, mereka bersiap mengayuh pedal, bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan merawat sebuah ikatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Mereka adalah para purnawirawan Polri yang tergabung dalam Club Gowes PP Polri Gresik.
Usia bukan lagi muda. Rata-rata telah menginjak 60 tahun hingga 70 tahun. Bahkan, beberapa di antaranya hampir berusia 80 tahun. Namun semangat mereka justru seolah menolak tunduk pada angka-angka.
Dengan penuh antusias, mereka mengayuh sepeda menempuh rute sepanjang kurang lebih 23 kilometer menyusuri sudut-sudut Kota Gresik setiap Minggu pagi.
Tak ada perlombaan. Tak ada podium. Yang mereka kejar hanyalah kesehatan, kebersamaan, dan kebahagiaan.
Di sepanjang perjalanan, tawa dan canda tak pernah berhenti mengalir. Jika salah seorang peserta mulai merasa lelah dan ingin beristirahat, rombongan di barisan depan pun tanpa ragu menghentikan laju. Tidak ada yang ditinggalkan. Semua menunggu. Semua saling menjaga. Begitulah persaudaraan yang telah ditempa oleh waktu dan pengalaman selama bertahun-tahun mengabdi kepada negara.
Saat berhenti sejenak, pemandangan yang paling sering terlihat bukanlah mereka sibuk memeriksa sepeda, melainkan mengabadikan momen bersama.
“Mas, tolong minta difotokan ya… maaf mas, pensiunan,” celetuk Suhariyanto, seorang purnawirawan perwira menengah yang pernah lama berdinas di Madura sambil tersenyum lebar.
Kalimat sederhana itu disambut gelak tawa rekan-rekannya. Barangkali, dahulu mereka begitu akrab dengan suasana tugas, apel, patroli, hingga berbagai operasi kepolisian. Kini, kamera telepon genggam menjadi saksi bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari cerita, melainkan babak baru yang dipenuhi kehangatan persahabatan.

Bagi AKP (Purn) Mutlakin, yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Ujungpangkah, gowes bareng memiliki makna lebih dalam daripada sekadar olahraga.
“Selain olahraga untuk menyehatkan badan, ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan sesama pensiunan Polri,” tutur AKP (Purn) Mutlakin diamini Kompol (Purn) Bambang Angkasa.
Ucapan itu menggambarkan bahwa kebersamaan tidak berhenti ketika seragam dinas dilepas. Ikatan emosional yang terbangun selama bertugas tetap hidup, kini diwujudkan dalam kayuhan sepeda, obrolan ringan, hingga secangkir kopi selepas perjalanan.
Hal senada disampaikan AKBP (Purn) Sugeng Poerwanto. Mantan Kapolsek Kebomas itu mengaku selalu menantikan Minggu pagi.
“Kita setiap minggu olahraga bersama, sambil silaturahmi juga menikmati kuliner. Apalagi yang kita cari, Mas? Yang penting sehat dan bahagia,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang mendalam. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri menjaga keamanan masyarakat, mereka kini menikmati masa pensiun dengan cara yang begitu bersahaja: menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan mensyukuri setiap kesempatan untuk berkumpul.
Di balik kayuhan sepeda itu tersimpan cerita tentang kesetiaan, pengabdian, dan persahabatan yang tidak pernah lekang oleh waktu. Jalanan yang mereka lintasi setiap Minggu bukan sekadar rute olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang masa lalu, berbagi kisah, dan saling menguatkan di usia senja.
Mungkin benar kata mereka, di usia seperti sekarang tidak lagi mengejar jabatan atau penghargaan. Yang paling berharga adalah tubuh yang tetap sehat, hati yang tetap gembira, serta sahabat-sahabat lama yang masih setia mengayuh bersama.
Karena pada akhirnya, perjalanan terindah bukanlah tentang seberapa jauh sepeda melaju, melainkan tentang siapa saja yang tetap berada di sisi kita hingga garis akhir kehidupan.
Menjelang finish diakhiri dengan sarapan bersama.






