Dianggap Meresahkan, Warga Desak Aparat Tutup Kafe Remang-remang di Batu Guring Sumbawa

oleh -120 Dilihat
dd08942a 9cf9 4ad8 8a86 111ffc573495
Salah satu kafe remang-remang di Batu Guring, Alas Barat, Sumbawa (istimewa)

KabarBaik.co – Deretan kafe remang-remang yang berjajar di sepanjang Jalan Batu Guring, Alas Barat, Sumbawa, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga secara tegas mendesak aparat penegak hukum dan Pemkab Sumbawa untuk segera menutup seluruh kafe dan tempat hiburan malam yang dinilai meresahkan dan tidak memiliki legalitas jelas.

Desakan tersebut semakin menguat pasca insiden berdarah yang terjadi di Cafe Helena pada 10 Desember 2025 lalu. Dalam peristiwa itu, seorang waitress muda bernama Rusnaini, 20, asal Kepulauan Riau, tewas secara tragis setelah ditembak di pipi kiri menggunakan senjata angin yang diduga dilakukan oleh pemilik kafe itu sendiri.

Ketua Organisasi Gerakan Masyarakat, Yusuf Maula, menilai keberadaan kafe remang-remang di kawasan sekitar gerbang masuk dan keluar wilayah kabupaten tersebut sudah tidak bisa lagi ditoleransi. Ia meminta aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu.

“Ironisnya, ada oknum kepala desa yang justru memiliki usaha kafe ilegal. Seharusnya kepala desa memberi contoh yang baik, bukan malah mengajarkan masyarakat pada perbuatan maksiat,” kata Yusuf kepada awak media, Rabu (14/1).

Keluhan serupa juga disampaikan Indra, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi deretan kafe tersebut. Ia mengatakan sejak keberadaan kafe-kafe remang-remang itu, ketenteraman lingkungan menjadi terganggu.

“Setiap malam sering terdengar musik dengan dentuman keras, suara nyanyian, dan keributan akibat pengaruh alkohol. Ini sangat mengganggu warga dan pengendara yang melintas,” ujarnya.

Indra juga menyoroti perilaku di sekitar kafe yang dinilainya tidak pantas.

“Para waitress terlihat duduk dengan pakaian minim, sering terjadi keributan antar pengunjung yang mabuk. Lebih baik ditutup saja karena jelas bukan lokasi usaha legal,” tambahnya.

Kasus pembunuhan Rusnaini sendiri mengungkap sisi gelap pengelolaan kafe tersebut.

Usai kejadian, pelaku yang diketahui bernama Angko sempat melarikan diri dengan alasan berada di Lombok untuk membeli kambing. Hal itu sempat memunculkan dugaan awal bahwa korban meninggal karena bunuh diri menggunakan senjata angin.

Namun, kasus tersebut baru menemui titik terang sekitar satu bulan kemudian, setelah pergantian Kasat Reskrim Polres Sumbawa kepada Iptu Andy Nur Rosihun.

Sehari usai pelantikan Kasat Reskrim yang baru, kasus kematian korban berhasil diungkap. Dalam waktu singkat, berkat kerja cepat aparat kepolisian, pelaku akhirnya dibekuk di rumahnya di wilayah Labuan Mapin. Saat ini, pelaku telah ditahan dan tengah menjalani proses hukum dengan ancaman pidana berat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.