KabarBaik.co, Mataram — Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyempatkan diri bertemu dan berdialog dengan tim kuasa hukum Radit dari Hotman Paris 911 di sela kegiatannya di Mataram.
Dalam suasana kekeluargaan, Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan hukum yang diberikan kepada Radit, warga Sumbawa yang tengah menjalani proses hukum kasus dugaan pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) di Pengadilan Negeri Mataram.
Menurutnya, seluruh pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya putusan kepada majelis hakim.
“Masalah putusan apakah Radit bersalah atau tidak, kita serahkan ke pengadilan. Namun saya atas nama pemerintah dan masyarakat Sumbawa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hotman Paris Hutapea dan tim yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untuk mendampingi warga kami,” ujar Jarot, Jumat (17/4).
Dalam pertemuan itu, Ketua Tim Hotman Paris 911, Putri Maya Rumantir, bersama tim dan didampingi advokat asal Sumbawa, Kusnaini, juga menyampaikan terima kasih atas sambutan Bupati.
Putri menjelaskan, pihaknya terpanggil memberikan bantuan hukum karena melihat adanya sejumlah kejanggalan dalam penetapan Radit sebagai terdakwa.
“Bang Hotman melihat ada kejanggalan dalam penetapan Radit. Ditambah kondisi Radit yang mengalami sekitar 20 luka dan sempat dirawat 14 hari di rumah sakit, ini menjadi perhatian serius kami untuk membantu agar mendapatkan keadilan,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, orang tua Radit, Makkiyati dan Hamdan, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah. Mereka berharap proses hukum berjalan objektif dan memberikan keadilan bagi anak mereka.
Pertemuan ini menjadi bentuk dukungan moral Pemerintah Kabupaten Sumbawa kepada warganya, tanpa mengintervensi proses hukum yang tengah berlangsung.
Saat ini, persidangan kasus dugaan pembunuhan yang menjerat Radit masih dalam tahap pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Mataram.(*0





