KabarBaik.co, Blitar – Adik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, yakni Jatmiko Dwijo Seputro, angkat bicara terkait pemeriksaannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Jatmiko menegaskan dirinya tidak berada di Pendopo Kabupaten Tulungagung saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan terhadap kakaknya pada Jumat (10/4/2026) sore. Ia mengaku saat itu berada di rumahnya di Kecamatan Bandung, sekitar 17 kilometer dari lokasi OTT.
“Ini penting saya sampaikan untuk meluruskan informasi bahwa saya ikut terjaring OTT di pendopo,” ujarnya saat menemui awak media di kawasan Pasar Legi, Kota Blitar, Sabtu (18/4) malam.
Meski demikian, Jatmiko mengakui dirinya sempat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK. Ia menjelaskan, saat itu dirinya mendatangi rumah pribadi kakaknya untuk menengok kegiatan pengajian rutin yang juga diikuti istrinya. Ketika hendak pulang, ia berpapasan dengan tim KPK yang diduga akan melakukan penggeledahan.
Setelah mengetahui identitasnya, penyidik melakukan penggeledahan terhadap mobil serta menyita ponselnya. Jatmiko kemudian dibawa ke Polres Tulungagung untuk dimintai keterangan hingga Sabtu pagi. “Setelah itu kami dibawa ke Surabaya, lalu ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK,” katanya.
Di Gedung KPK, ia kembali menjalani pemeriksaan dari Sabtu malam hingga Minggu pagi sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Ia menegaskan, kehadirannya dalam proses tersebut murni sebagai saksi. “Intinya saya tidak terjaring OTT, hanya dimintai keterangan karena kebetulan berada di lokasi,” tuturnya.
Dalam pemeriksaan, Jatmiko mengaku mendapat sejumlah pertanyaan terkait dugaan keterlibatannya dalam praktik jual beli jabatan. Ia juga ditanya mengenai kemungkinan keterkaitan dengan proyek-proyek pemerintah daerah.
“Saya sampaikan apa adanya, saya tidak terlibat dan tidak memiliki usaha yang berkaitan dengan proyek pemerintah,” tegasnya. Ia juga menyebut selama ini menjaga jarak dengan kakaknya sejak menjabat sebagai bupati, terlebih karena perbedaan pilihan politik pada Pilkada lalu.
“Saya memang sengaja menjaga jarak agar tidak muncul konflik kepentingan,” ujarnya. Meski begitu, Jatmiko menyatakan akan tetap kooperatif apabila kembali dimintai keterangan oleh KPK. Hingga saat ini ponsel miliknya masih berada dalam penguasaan penyidik. (*)








