Dishub Kota Malang Siapkan Langkah Antisipasi di 9 Titik Rawan Kemacetan

Reporter: P. Priyono
Editor: Andika DP
oleh -69 Dilihat
Jalur kemacetan Jalan A Yani, Kota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Menjelang lebaran Idulfitri 1445 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah mengidentifikasi sembilan titik rawan kemacetan yang perlu diperhatikan masyarakat.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak kemacetan yang dapat terjadi di Kota Malang.

Ia menyebutkan, satu dari titik rawan tersebut yakni berlokasi di jalanan seputar pusat perbelanjaan Kota Malang. Yang diperkirakan akan menjadi pusat penumpukan volume kendaraan. Pihaknya menekankan pentingnya kerjasama dan kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi situasi ini.

Baca juga:  Persiapan Lebaran, Puluhan Perempuan di Banyuwangi Dilatih Buat dan Jual Kue Kering

“Kami memohon adanya kesadaran dan kesabaran. Karena semuanya memang ingin memanfaatkan momen, ingin berbelanja, sehingga memang kepadatan arus di jalanan meningkat,” ujar Jaya, sapaan akrabnya, Senin (1/4).

Selain pusat perbelanjaan, titik-titik rawan kemacetan lainnya juga termasuk Jalan Ahmad Yani atau di persimpangan gedung Malang Creative Center (MCC). Jalan Dinoyo, jembatan Soekarno-Hatta, seputar Kelurahan Kacuk, exit tol Madyopuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Mayjend Sungkono, dan area pasar Gadang.

Baca juga:  12 Hari, Polres Gresik Ungkap 203 Kasus dan Amankan 223 Tersangka

Lebih lanjut, Jaya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi kemacetan menjelang lebaran ini. Salah satunya dengan mempersiapkan tim yang akan bekerja sama dengan juru parkir, untuk membantu mengatur lalu lintas secara lebih efisien.

“Begitupula dari pengunjung, kami harap kesadarannya, misal salah satu pusat perbelanjaan dilihat sudah padat, kami mohon untuk bisa mengunjungi pusat perbelanjaan lainnya,” tambahnya.

Jaya menjelaskan, juga telah disiapkan jalur-jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan volume kendaraan yang mungkin terjadi. Jaya menekankan, langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi kemacetan di Kota Malang selama periode lebaran.

Baca juga:  Pemkab Lamongan Masifkan Gerakan Pasar Murah Jelang Labaran 2024

“Kami juga telah menyiapkan pos pengamanan, pos pantau, dan pos pelayanan. Salah satunya di depan Stasiun Kota Baru Malang. Fungsinya selain memastikan keamanan bagi pengendara, termasuk juga untuk mengatur arus lalu lintasnya. Bagaimana nanti rekayasa lalin yang perlu diterapkan, sifatnya situasional,” urai Jaya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.