Disparta Kota Batu Menggelar Paralayang Internasional, Dorong Sport Tourism dan Gairahkan Ekonomi Lokal

oleh -91 Dilihat
WhatsApp Image 2025 07 18 at 12.29.55 e1752821995427
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, saat terbang dengan paralayangnya. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata yang bekerjasama dengan Paralayang Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Batu International Sport Tourism Festival (BISTF). Kegiatan tersebut merupakan kejuaraan paralayang internasional yang akan digelar di area take off Gunung Banyak dan landing di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, pada 17-20 Juli 2025.

Event tahunan ini tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dirgantara, namun juga menjadi daya tarik wisata baru yang mampu mendorong geliat ekonomi masyarakat. Tahun ini kejuaraan diikuti 83 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tercatat sebanyak 68 atlet berasal dari Indonesia, 14 dari Malaysia, dan 1 dari Thailand. Selain itu, turut hadir para official dari ketiga negara.

Dalam pembukaan BISTF tersebut, selain Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, juga dihadiri Sekda Kota Batu, Kepala BNN Kota Batu, Polres Batu, PHRI Kota Batu, Paralayang Jawa Timur, Lanud Abdurahman Saleh, dan OPD Pemkot Batu.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa event ini sangat selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan sport tourism.

WhatsApp Image 2025 07 18 at 12.29.02
Gelaran BISTF Kota Batu dibuka di venue take off Gunung Banyak. (Foto: P. Priyono)

“Tahun ini diikuti peserta dari Malaysia dan Thailand. Ini merupakan event yang sangat bagus dalam menunjang pengembangan sport tourism di Kota Batu. Harapan kami tahun depan semakin banyak negara lain yang ikut berpartisipasi,” ujar Heli usai membuka BISTF di area take off paralayang Gunung Banyak, Kota Batu, Jumat (18/7).

Heli berharap event ini tak hanya berhenti pada olahraga paralayang semata, tetapi bisa berkembang ke cabang olahraga lain yang memanfaatkan potensi alam Kota Batu. Menurutnya, kedatangan atlet dan keluarga sejak jauh hari sebelum pertandingan menjadi peluang besar bagi sektor perhotelan dan restoran, terutama pada hari kerja (weekday) yang biasanya lebih sepi dibanding akhir pekan.

“Dampak positif sudah mulai terlihat, hotel dan restoran mendapat kunjungan dari para atlet dan keluarganya. Ini bisa menggerakkan perekonomian warga. Batu tidak hanya tentang paralayang, kami ingin menghadirkan kegiatan olahraga lain yang bisa dinikmati setiap akhir pekan dan hari biasa,” jelas Heli.

Senada dengan itu, Ketua FASIDA Jatim sekaligus Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel Pnb Reza RR. Sastranegara, melalui Kepala Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga), Kolonel Koonst Donnel S., menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan ajang strategis untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memupuk rasa kebersamaan.

“Ajang ini sangat penting sebagai tolok ukur kemampuan para atlet. Kami harap semua peserta bertanding dengan semangat sportivitas tinggi, serta menjaga kebersamaan untuk memperkuat persatuan bangsa,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2025 07 18 at 12.31.05
Peserta Festival Kostum Paralayang siap melayang di langit Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

Dia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Batu atas konsistensinya menyelenggarakan event paralayang berskala nasional dan internasional, yang sekaligus menjadi ajang promosi wisata unggulan. “Kota Batu memiliki potensi alam luar biasa. Ini harus dimanfaatkan untuk mendorong olahraga dirgantara dan sektor pariwisata. Terima kasih kepada seluruh panitia dan Pemerintah Kota Batu atas terselenggaranya acara ini,” kata Donnel.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi antusiasme para peserta, terutama dari mancanegara. Ia mengungkapkan bahwa para atlet dari Malaysia dan Thailand telah tiba sejak beberapa hari sebelum acara bersama keluarga mereka.

“Ini berdampak langsung terhadap hunian hotel dan konsumsi di Kota Batu. Atlet dari Thailand bahkan sudah tiba lima hari sebelum lomba, dan dari Malaysia tiga hari sebelumnya. Mayoritas mereka menginap bersama keluarga,” jelas Onny.

Selain kompetisi utama, kegiatan pendukung seperti Festival Kostum Paralayang dalam format Fun Fly juga dihadirkan untuk memberikan warna tersendiri dalam acara ini. Para peserta tampil dengan kostum unik dan kreatif, yang dinilai berdasarkan keunikan serta ketepatan saat mendarat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa paralayang bukan hanya olahraga ekstrem, tapi juga bisa dikemas dengan cara menarik dan aman. Lewat fun fly ini, ada unsur hiburan yang membuat masyarakat lebih dekat dengan olahraga ini,” tegasnya.

Dengan dukungan semua pihak, Kota Batu terus berkomitmen menjadi tuan rumah event nasional dan internasional di bidang olahraga dan pariwisata. Ke depan, Pemerintah Kota Batu berencana menata kawasan sport tourism secara lebih terpadu, dengan pembenahan infrastruktur untuk mendukung berbagai jenis olahraga alam. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.