KabarBaik.co – Dispendukcapil Kota Batu menargetkan sebanyak 2.463 pelajar sesuai data pokok pendidikan (dapodik) harus melakukan perekaman E-KTP sebelum coblosan 27 November 2024. Untuk mencapai target tersebut, Dispendukcapil Kota Batu terus membuka layanan pada setiap Sabtu dan Minggu sampai hari coblosan.
Kepala Dispendukcapil Kota Batu, Wiwik Nurhayati menyatakan, pihaknya melakukan perekaman pelajar di Mal Pelayanan Publik (MPP). Pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas kependudukan yang berkantor di desa/kelurahan agar mengajak warganya yang tercantum di non dapodik agar melakukan perekaman di MPP.
Sementara, perekaman e-KTP di sekolah-sekolah tidak lagi dilakukan per November agar petugas fokus terhadap perekaman Kartu Identitas Anak (KIA). ”Untuk saat ini kita berkoordinasi ke pihak sekolah untuk mengajak pelajarnya melakukan perekaman ke Mal Pelayanan Publik di Balai Kota Among Tani,” jelas Wiwik, Senin (18/11).
Dari jumlah yang ditargetkan tersebut, lanjut Wiwik, sebanyak 802 pelajar di Kota Batu ternyata belum cukup umur untuk melakukan perekaman e-KTP. “Juga ada beberapa alasan, di antaranya karena siswa sekolah di luar kota juga mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL),” jelas Wiwik saat berada di Balaikota Among Tani.
Wiwik menjelaskan, dari 802 siswa, yang sekolah di Kota Batu sebanyak 589 anak, 79 anak sekolah di Kota Malang, dan 134 anak sekolah di Kabupaten Malang. “Kami juga sempat melakukan jemput bola ke SMK PGRI 3 di Kota Malang karena banyaknya warga asal Batu yang sekolah di SMK tersebut,” paparnya. (*)







