KabarBaik.co, Pasuruan – Kenaikan harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pasuruan mulai dikeluhkan oleh masyarakat dan para pedagang. Kondisi ini terpantau di tiga titik pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pasuruan, yakni Pasar Bangil, Pandaan, dan Sukorejo. Kenaikan harga mulai merangkak naik sejak awal pekan ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada varian cabai merah besar yang mencapai kenaikan hingga 22 persen. Ketidakstabilan harga ini membuat para konsumen harus mengurangi volume pembelian mereka guna menyiasati pengeluaran dapur yang membengkak.
Kepala UPT Pasar Bangil, Iwan, membenarkan bahwa pergerakan harga komoditas cabai menunjukkan tren meningkat dalam beberapa waktu terakhir. “Lonjakan ini terjadi sudah tiga hari sebelumnya dan memang cukup dirasakan oleh para pedagang di pasar,” kata Iwan.
Iwan mengatakan bahwa faktor utama yang memicu meroketnya harga adalah gangguan pada alur distribusi barang menuju pasar-pasar di Pasuruan. Keterlambatan pengiriman dari daerah penghasil membuat stok di tingkat pedagang menjadi terbatas sementara permintaan warga tetap tinggi.
Data dari Siskaperbapo menunjukkan harga cabai merah besar di Pasar Pandaan kini telah menembus angka Rp 42.700 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah juga mulai menyentuh angka Rp 85.000 per kilogram yang semakin membebani daya beli masyarakat lokal.
Selain cabai, beberapa jenis sayuran seperti kubis dan kentang di Pasar Pandaan juga terpantau ikut mengalami kenaikan harga yang cukup tajam. Fenomena ini diduga merupakan efek domino dari fluktuasi cuaca yang mengganggu produktivitas petani di wilayah sentra produksi sayur. (*)






