Dongkrak Penjualan Hewan Kurban, Peternak Muda di Jogoroto Jombang Manfaatkan Live Medsos dan Jasa Cukur

oleh -188 Dilihat
Abdul Ghofur, pemilik Family Farm Jombang saat live di Medsos. (teguh)
Abdul Ghofur, pemilik Family Farm Jombang saat live di Medsos. (teguh)

KabarBaik.co, Jombang — Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan hewan kurban di Kabupaten Jombang mulai meningkat. Para peternak pun memanfaatkan berbagai cara untuk menarik minat pembeli. Salah satunya melalui siaran langsung atau live di media sosial (Medsos)

Strategi tersebut dilakukan Abdul Ghofur, 25, pemilik Family Farm di Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Peternak muda yang merintis usaha sejak 2019 itu rutin memasarkan kambing kurban secara online agar dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli.

“Pemasarannya dari online juga, Mas. Saya live di media sosial sendiri,” kata Ghofur, Senin (25/5).

Melalui siaran langsung, Ghofur menunjukkan kondisi kambing secara detail kepada calon pembeli, mulai dari ukuran tubuh, kondisi kesehatan, hingga penampilan hewan yang telah dicukur agar terlihat lebih bersih dan menarik.

Menurut dia, cara tersebut cukup efektif meningkatkan kepercayaan pelanggan, terutama pembeli dari luar daerah yang tidak sempat datang langsung ke kandang.

“Pelanggan saya dari Jombang, Mojokerto, sampai Kediri,” ujarnya.

Selain mengandalkan promosi digital, Ghofur juga membuka jasa cukur bulu kambing dan domba yang permintaannya meningkat menjelang Idul Adha.

Jika pada hari biasa hanya menerima satu hingga dua ekor, kini jumlahnya bisa mencapai 10 ekor per hari.

“Alhamdulillah ada peningkatan. Sekarang bisa sampai 10 ekor per hari,” katanya.

Untuk jasa cukur, Ghofur mematok tarif mulai Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per ekor, tergantung ukuran hewan.

Menurut dia, penampilan kambing yang bersih dan rapi dapat meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual hewan kurban.

Tahun ini, Family Farm menyediakan sekitar 40 ekor kambing kurban dengan harga mulai Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 ekor telah terjual.

“Pembeli juga bisa menitipkan kambing di sini sampai hari H,” tambahnya.

Dari penjualan hewan kurban tahun ini, omzet yang diperoleh Ghofur diperkirakan mencapai Rp 40 juta hingga Rp 50 juta.

Salah satu pelanggan, Muhammad Ali Fikri, 22, mengaku tertarik mencukur dombanya karena penampilan hewan kurban menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat pembeli.

“Kalau bersih dan bulunya putih, pelanggan lebih tertarik. Bisa menaikkan harga juga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.