Dua Kekuatan, Dua Cerita, Satu Ancaman: Drama Pertarungan Bertahan di Liga 1

oleh -207 Dilihat
MANAHAN SOLO
Suasana pertandingan di Stadion Manahan Solo (Persis Solo)

KabarBaik.co, Jakarta- Persis Solo dan Madura United termasuk dua kekuatan sepak bola di Pulau Jawa. Keduanya terbilang memiliki DNA bertolak belakang dalam menembus kasta tertinggi Liga 1 Indonesia.

Persis mewakili sejarah panjang perjuangan dari kasta bawah, sedangkan Madura United adalah contoh nyata klub yang langsung kompetitif di level tertinggi melalui jalur manajemen dan akuisisi klub.

Bagi masyarakat Surakarta, kembalinya Laskar Sambernyawa ke kompetisi teratas bukan perkara mudah. Persis Solo harus melewati perjalanan panjang selama bertahun-tahun di kompetisi kasta bawah sebelum akhirnya pecah telur pada akhir tahun 2021.

Tiket promosi bersejarah itu dipastikan pada 27 Desember 2021, setelah menumbangkan Dewa United dengan skor 2-1 di semifinal Liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor.

Tiga hari berselang, kegembiraan publik Solo makin lengkap setelah mereka mengalahkan RANS Cilegon FC 2-1 di babak final sekaligus menasbihkan diri sebagai Juara Liga 2 2021. Sejak musim 2022/2023, Persis resmi kembali menghuni kompetisi elit tanah air.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari peran manajemen baru di bawah kepemilikan beberapa putra daerah. Saham Laskar Sambernyawa dipegang antara lain oleh Kaesang Pangarep, anak Presiden ke-7 Joko Widodo, disusul oleh pengusaha Kevin Nugroho serta keterlibatan Erick Thohir, yang kini menjabat Ketua Umum PSSI dan Menpora.

Kisah berbeda diukir oleh Madura United. Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab ini tidak perlu merangkak dari kompetisi bawah untuk bersaing dengan tim-tim besar.

Sejak resmi berdiri pada 10 Januari 2016 melalui tangan dingin Achsanul Qosasi yang mantan anggota BPK, Madura United langsung tancap gas di kasta tertinggi melalui jalur akuisisi lisensi milik klub sebelumnya yang berakar dari Persipasi Bandung Raya (PBR). Hebatnya, meski datang lewat jalur cepat, Madura United langsung menjelma menjadi kekuatan yang disegani.

Berbekal identitas baru dan dukungan masyarakat Madura, mereka langsung tampil kompetitif di Liga 1 dan beberapa kali bersaing di papan atas, walaupun tidak selalu konsisten berada di posisi lima besar setiap musimnya. Konsistensi mereka tetap terlihat sebagai salah satu tim kuat yang kerap bersaing di papan tengah hingga papan atas liga.

Kedua tim sempat sama-sama berdiri sejajar di panggung tertinggi sepak bola Indonesia. Persis Solo dengan modal sejarah panjang, dukungan pemilik figur publik, dan militansi suporternya, serta Madura United dengan rekam jejak transformasi cepat dan stabilitas di Liga 1 sejak berdiri.

Saat ini, kedua tim terus berjuang membuktikan kelayakannya untuk tetap berada di kasta teratas. Situasi musim ini pun semakin menegangkan, karena baik Persis Solo maupun Madura United sama-sama masih harus berjuang di dua laga tersisa untuk memastikan tetap bertahan di Super League atau masuk jurang degradasi.

Dengan kondisi tersebut, setiap pertandingan bukan lagi sekadar soal gengsi, tetapi menjadi pertarungan krusial demi mengamankan status di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.