Sama-Sama Merugi: Skor Kacamata di Manahan Persulit Ambisi Persebaya dan Persis Solo

oleh -240 Dilihat
PERSIS VS PERSEBAYA IMBANG

KabarBaik.co, Solo – Stadion Manahan menjadi saksi kegagalan dua misi besar pada Sabtu (9/5) malam. Duel pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 antara Persis Solo menjamu Persebaya Surabaya berakhir anti-klimaks dengan skor 0-0. Hasil imbang ini ibarat “kalah bagi kedua tim”. Persebaya kian sulit menembus empat besar, sementara Persis Solo semakin kritis di jurang degradasi.

Bagi Green Force, tambahan satu poin hanya membuat koleksi mereka menjadi 52 poin. Dengan sisa dua laga, peluang skuad asuhan Bernardo Tavares untuk menyalip Dewa United di zona elite kian menipis. Di sisi lain, Laskar Sambernyawa yang kini mengantongi 28 poin masih tertahan di peringkat ke-16, terpaut jarak yang cukup mengkhawatirkan dari zona aman.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Francisco Rivera yang menjadi motor serangan berulang kali mencoba membongkar pertahanan tuan rumah. Namun, Persis Solo yang tampil dengan motivasi “bertahan hidup” menunjukkan disiplin luar biasa di lini belakang yang dikawal Dusan Mijic dan Kadek Raditya.

Strategi serangan balik yang diterapkan pelatih Milomir Seslija sempat beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Persebaya. Meski begitu, intensitas tinggi di lini tengah tidak dibarengi dengan penyelesaian akhir yang klinis dari kedua belah pihak. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, perubahan strategi dilakukan oleh kedua pelatih. Persis memasukkan Arkhan Kaka, sementara Persebaya menyuntikkan tenaga baru lewat Gali Freitas dan Bruno Paraiba.

Peluang emas sejatinya sempat tercipta bagi Persebaya pada menit ke-56. Berawal dari umpan matang Dusan Mijic, Bruno Gomes melepaskan sundulan tajam ke arah gawang. Namun, kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, tampil gemilang dengan menepis bola yang hampir saja merobek jala gawangnya.

Hingga tambahan waktu diberikan, upaya serangan sporadis dari Persis melalui Alfriyanto Nico dan tembakan jarak jauh Dusan Mijic tetap gagal membuahkan hasil. Peluit panjang berbunyi, papan skor tetap menunjukkan angka nol bagi kedua tim.

Hasil ini menciptakan skenario yang sulit bagi kedua klub di sisa kompetisi. Persebaya Surabaya wajib menyapu bersih dua laga tersisa melawan Semen Padang dan Persik Kediri, sembari berharkompetitor di atas mereka terpeleset demi tiket empat besar.

Sementara itu, Persis Solo harus memenangkan sisa laga melawan Dewa United dan Persita untuk menjaga nafas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sembari memantau hasil Persijap Jepara dan Madura United.

Pada akhirnya, malam di Manahan berakhir tanpa pemenang, menyisakan pekerjaan rumah yang berat bagi kedua tim untuk tetap bertahan pada target musim ini. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.