KabarBaik.co– Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember 2025. Di tengah rutinitas dan hiruk pikuk akhir tahun, momen ini kembali menjadi pengingat tentang sosok yang kerap kita cintai dalam diam: Ibu. Menariknya, menjelang hari spesial tersebut, industri musik Indonesia telah menghadirkan dua lagu bertema ibu dengan pendekatan emosional yang berbeda, namun sama-sama berpotensi menguras air mata.
Dua karya tersebut adalah “Nanti” dari Nakei dan “Lagu Cinta Untuk Mama” yang dinyanyikan Raissa Anggiani. Keduanya bukan sebatas lagu tematik, melainkan hadir sebagai medium refleksi, tentang ketakutan kehilangan, rasa syukur, dan cinta yang sering terlambat diucapkan.
Nakei dan Ketakutan yang Tak Pernah Diucapkan
Dirilis pada 18 Desember 2025, single terbaru Nakei berjudul “Nanti” langsung menarik perhatian pendengar karena kejujurannya. Dengan aransemen yang minimalis dan fokus pada lirik, lagu ini terasa seperti percakapan batin seorang anak yang sedang tumbuh dewasa, namun diam-diam takut menghadapi dunia tanpa kehadiran ibu.
Salah satu penggalan liriknya yang paling menyentuh berbunyi: “Bolehkah aku tetap menjadi anak kecil di matamu?”
Lirik tersebut menjadi representasi perasaan banyak orang. Di balik tuntutan kemandirian, selalu ada keinginan untuk tetap pulang sebagai anak yang ingin dipeluk.
Raissa Anggiani dan Perayaan Cinta yang Megah
Sementara itu, Raissa Anggiani menghadirkan nuansa berbeda lewat “Lagu Cinta Untuk Mama”, sebuah karya yang terasa lebih besar dan perayaan. Lagu ini ditulis bersama komposer Andi Rianto dan dikenal sebagai bagian dari soundtrack film dengan judul yang sama.
Dengan balutan orkestra yang sinematik, Raissa memposisikan ibu sebagai sosok “cahaya nyata”—figur yang menjadi sandaran di saat hidup terasa berat. Beberapa kutipan lirik yang menyentuh: “Engkaulah pahlawanku, lagu cintaku, pelukanmu tenangkan hati, Kau cinta sejatiku, penyelamatku, yang terindah, takkan terganti”
“Mama, tak ada cinta yang ada di dunia sebesar cintamu”
Vokal Raissa yang lembut namun penuh emosi membuat lagu ini terasa seperti surat cinta yang dibacakan dengan penuh rasa syukur.
Menjelang Hari Ibu, kedua lagu tesrsebut berpeluang ramai diputar dan dibagikan di media sosial. “Nanti” berpotensi menjadi pilihan untuk konten reflektif dan personal, sementara “Lagu Cinta Untuk Mama” cocok mengiringi video apresiasi yang merangkum perjalanan dan pengorbanan seorang ibu.
Bagi mereka yang kesulitan merangkai kata untuk mengungkapkan rasa sayang, dua lagu tersebut bisa menjadi jembatan. Di Hari Ibu nanti, mungkin tak semua orang mampu berkata langsung, tetapi lewat nada dan lirik, perasaan itu akhirnya menemukan jalannya.
Atau, tetap lagu ”Ibu” Iwan Fals yang legend itu. Yang pasti, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. (*)








