Dubes Yaman Tawarkan Peluang Perdagangan dan Investasi, Kadin Jatim Siap Perkuat Kerja Sama

oleh -103 Dilihat
Kadin jatim yaman
Hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Yaman selama ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Eksport Jawa Timur ke Yaman mencatat pertumbuhan rata-rata signifikan.

KabarBaik.co, Surabaya – Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Yaman berpeluang semakin erat. Hal itu mengemuka dalam kunjungan Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur di Surabaya.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara pelaku usaha kedua negara, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk-produk unggulan Yaman maupun Indonesia.

Delegasi Yaman diterima langsung Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto bersama Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Asosiasi dan Himpunan Kadin Jatim Muhammad Nabil, Wakil Ketua Umum Bidang Perkebunan dan Kehutanan Yahya Taufik Al Habsie, serta sejumlah pelaku usaha di Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman selama ini telah terjalin cukup erat, baik dalam bidang perdagangan, pendidikan, maupun budaya. Karena itu, pemerintah Yaman ingin memperkuat kembali hubungan ekonomi kedua negara.

“Hubungan Yaman dan Indonesia sudah berlangsung lama. Kami ingin memperkuat kembali kerja sama perdagangan agar hubungan kedua negara semakin berkembang,” ujarnya, Rabu (20/5).

Menurutnya, masyarakat Yaman yang tinggal di Indonesia juga memiliki kedekatan historis dengan masyarakat Indonesia. Banyak di antaranya bergerak di bidang usaha dan aktif membangun hubungan ekonomi antarkedua negara.

Ia mengatakan, pemerintah Yaman membuka peluang kerja sama lebih luas, baik antarpelaku usaha, antarlembaga, maupun kerja sama bisnis antarnegara. Sejumlah kesepakatan dagang juga telah terjalin melalui berbagai forum dan pameran perdagangan internasional.

Salem menjelaskan, saat ini Yaman ingin mendorong lebih banyak produk negaranya masuk ke pasar Indonesia. Namun, salah satu kendala utama yang masih dihadapi adalah proses sertifikasi halal.

“Kami sudah membahas persoalan ini dalam berbagai forum perdagangan dan mulai menemukan titik terang. Harapannya proses sertifikasi halal bisa segera terealisasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihak Kedutaan Besar Yaman turut memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan yang dinilai potensial dipasarkan di Indonesia, seperti bawang putih, madu, kopi, tanaman pacar Yaman sebagai bahan baku sampo, delima, serta berbagai buah khas lainnya.

Tak hanya perdagangan, Yaman juga menawarkan peluang investasi di sejumlah sektor strategis, mulai dari alat berat, gas, hingga industri lainnya. Salem menyebut kondisi ekonomi negaranya mulai membaik dan pemerintah siap memberikan dukungan bagi investor Indonesia yang ingin masuk ke Yaman.

“Kami menyambut baik investasi dari Indonesia dan siap menjelaskan berbagai potensi investasi, termasuk pengembangan pelabuhan besar yang dimiliki Yaman,” ujarnya.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Yaman selama ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Ia mengungkapkan, sepanjang periode 2021–2025, ekspor Jawa Timur ke Yaman mencatat pertumbuhan rata-rata sebesar 24,08 persen per tahun meski nilainya bersifat fluktuatif.

“Jawa Timur terus berkembang sebagai pusat industri manufaktur dan perdagangan. Karena itu, peningkatan ekspor menjadi salah satu fokus utama Kadin Jawa Timur,” kata Adik.

Ia menilai Yaman memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri di Indonesia, terutama di tengah upaya diversifikasi impor dari berbagai negara.

“Jika Yaman memiliki sumber daya fosfat yang besar, tentu ini bisa menjadi peluang kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Meski demikian, Adik menekankan pentingnya kepastian keamanan, kesiapan infrastruktur, serta iklim investasi di Yaman sebelum kerja sama bisnis dilakukan lebih jauh.

“Kami ingin memastikan kondisi keamanan dan kesiapan infrastrukturnya agar kerja sama nantinya dapat berjalan lancar,” tuturnya.

Untuk memperkuat komunikasi bisnis, Kadin Jawa Timur juga mengusulkan pembentukan grup koordinasi perdagangan antara Indonesia dan Yaman. Usulan tersebut mendapat respons positif dari pihak Kedutaan Besar Yaman.

Dalam diskusi itu, turut dibahas sejumlah potensi perdagangan yang sudah berjalan, seperti ekspor margarin Indonesia ke Yaman serta pengiriman cocoa powder yang masih menghadapi kendala logistik akibat tertahannya kontainer di Singapura.

Sejumlah pelaku usaha manufaktur Jawa Timur juga membagikan pengalaman ekspor produk olahan kayu ke kawasan Timur Tengah melalui Dubai. Mereka mengusulkan agar penjajakan kerja sama diawali melalui sosialisasi dan business matching secara daring sebelum dilanjutkan dengan kunjungan langsung antarpelaku usaha.

“Promosi potensi perdagangan perlu dilakukan lebih dulu agar kerja sama lebih efektif. Jika peluangnya besar, pengusaha Yaman bisa diundang langsung ke Indonesia,” ujar salah satu pelaku usaha.

Menanggapi hal tersebut, Salem menegaskan pihak Kedutaan Besar Yaman siap membantu memfasilitasi kerja sama perdagangan kedua negara, termasuk memperlancar komunikasi dan kebutuhan bisnis para pelaku usaha.

“Yang terpenting adalah adanya pihak yang siap menerima dan mengirim barang. Pemerintah dan kedutaan siap membantu mempermudah proses kerja sama tersebut,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.