KabarBaik.co – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa masih menunggu rekomendasi resmi dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pelaksanaan autopsi terhadap jenazah Rusnaini (20), yang diduga menjadi korban pembunuhan sadis di Cafe Helena, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, pada 10 Desember 2025 lalu.
Kasat Reskrim Polres Sumbawa Iptu Andy Nur Rosihun, mengatakan proses autopsi jenazah hingga kini belum dapat dilakukan karena masih menunggu rekomendasi dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB sebagai kelengkapan dasar penyelidikan dalam proses penegakan hukum.
“Kami sudah mengusulkan ke tim dokter Biddokkes Polda NTB. Saat ini kami sedang menunggu rekomendasi resmi terkait kapan autopsi jenazah dilakukan,” kata Iptu Andy kepada wartawan, Jumat (9/1).
Andy menjelaskan, setelah rekomendasi tersebut diterbitkan, autopsi akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB dalam waktu dekat.
“InsyaAllah dalam waktu dekat akan dilakukan pembongkaran kuburan Rusnaini untuk keperluan autopsi,” ujarnya dengan nada optimistis.
Ia menegaskan, keterlibatan Biddokkes Polri, baik di tingkat Polda maupun Dokkes di tingkat Polres, memiliki peran penting dalam memberikan bantuan medis forensik pada penanganan perkara pidana.
Keberadaan tim Biddokkes dinilai sangat krusial untuk memastikan hasil autopsi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan sah secara hukum di pengadilan.
“Keterlibatan Biddokkes ini untuk menjamin bahwa hasil autopsi benar-benar akurat dan bisa menjadi alat bukti yang kuat guna mengungkap fakta hukum atas peristiwa yang menimpa korban,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andy menambahkan bahwa untuk menunjang kelancaran pelaksanaan autopsi, proses pembongkaran jenazah korban akan dilakukan langsung oleh tim dokter Biddokkes Polda NTB sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Perkembangan ini menjadi bagian penting dalam pengungkapan kasus kematian Aini di Sumbawa, yang hingga kini masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Polisi menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional dan transparan.
Dari foto kondisi jasad korban yang beredar, terdapat luka di wajah yang diduga akibat tembakan.(*)






