KabarBaik.co, Nganjuk – Mochamad Kenzo Ardana Cannavaro, putra tunggal pasutri Sudarso dan Nur Apiah Ningsih dari Desa Sekar Putih, Bagor, Nganjuk, meninggal tenggelam di Sungai Cangkringan. Kepergian sang buah hati menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 membuat keluarga dan warga sekitar terpuruk dalam kesedihan mendalam.
“Mboten gadah tunggal, (tidak punya saudara),” ungkap seorang tetangga yang berada di depan rumah korban namun enggan menyebutkan namanya, Rabu (18/3).
Ardan, begitu panggilan akrab korban yang masih berusia 5 tahun dan duduk di bangku TK B, seperti bocah seusianya pada umumnya, setiap hari selalu bermain dengan teman sebaya maupun yang lebih kecil darinya. Keluarga dan teman-temannya tidak menyangka bahwa sosok yang ceria itu harus pergi dalam kondisi mendadak.
“Tidak ada yang menyangka, Ardan yang memiliki nama seperti pemain sepakbola Fabio Cannavaro telah meninggal dunia menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2026 ini,” ujar salah satu kerabat yang datang ke rumah duka.
Kedua orang tua Ardan terlihat sangat terpukul ketika mobil pembawa jenazah tiba di rumah mereka. Tangisan pun pecah tak terbendung, dengan kesedihan yang begitu mendalam dirasakan pasangan tersebut. Kerabat, tetangga, dan keluarga berdatangan beramai-ramai untuk memberikan dukungan dan turut berduka cita.
Fabio Cannavaro adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Italia yang dianggap sebagai salah satu bek tengah terhebat sepanjang masa.
Legenda bola dunia tersebut memimpin Italia menjuarai Piala Dunia 2006 dan meraih penghargaan Ballon d’Or pada tahun yang sama karena pertahanannya yang kokoh, menjadi inspirasi bagi nama yang diberikan kepada Ardan sebelum ia harus pergi meninggalkan semua orang yang mencintainya. (*)






