Durian Blitar Siap Tembus Pasar Global, Khofifah Dorong Ekspor ke Tiongkok

oleh -138 Dilihat
9d82a892 c564 43e8 bd61 e29e21ae7944
Khofifah Indar Parawansa memperkenalkan durian Blitar kepada investor Tiongkok. (Foto: Calvin Budi Tandoyo)

KabarBaik.co – Durian premium asal Blitar berpeluang menjadi primadona di pasar internasional. Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, memperkenalkan durian unggulan dari Republik Durian Farm di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, kepada investor asal Tiongkok. Durian jenis musangking dan blackthorn menjadi sorotan berkat kualitas premium dan potensi ekonominya yang menjanjikan.

Khofifah menyebut bahwa durian Blitar memiliki daya tarik besar, terutama untuk pasar Tiongkok yang tengah mencari sumber impor baru. Ia membagikan pengalamannya ketika pertama kali mempromosikan durian ini di media sosial.

“Saya sempat unggah produk durian dari Mas Anna (pemilik kebun) di media sosial, dan responsnya luar biasa. Bahkan, Duta Besar Tiongkok langsung menyampaikan ketertarikannya untuk menjadikan durian Indonesia sebagai komoditas ekspor,” ujar Khofifah, Jumat (27/12).

Tidak hanya mempromosikan, Khofifah juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas durian Blitar. Dalam kunjungannya ke Republik Durian Farm, ia meninjau kebun sekaligus memperkenalkan durian musangking dan blackthorn. Menurutnya, kualitas rasa, kuantitas, dan kontinuitas menjadi kunci sukses durian Blitar menembus pasar global.

“Pasar ekspor membutuhkan tiga hal: kuantitas, kontinuitas, dan kualitas. Kami sedang mengidentifikasi lahan-lahan potensial di Jawa Timur yang cocok untuk pengembangan durian ini,” jelas Khofifah.

Durian Blitar tidak hanya memiliki prospek ekspor, tetapi juga menawarkan nilai ekonomi tinggi. Pemilik kebun, Anna Luthfie, mengungkapkan bahwa satu pohon durian bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp2 miliar sekali panen, meskipun butuh waktu sekitar lima tahun untuk mulai berproduksi.

“Saat pohon durian berbuah secara rutin, hasilnya sangat besar. Tambah tahun, pohonnya makin besar, buahnya makin banyak, dan nilainya makin tinggi,” ujar Anna.

Anna menjelaskan bahwa seluruh kebunnya dulunya adalah lahan tidur yang kini berhasil diubah menjadi produktif. Saat ini, ia mengelola 11 kebun durian yang tersebar di berbagai wilayah Blitar. Anna juga tengah berencana bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur untuk mengembangkan lahan-lahan tidur menjadi kebun durian produktif.

“Di Malaysia, satu pohon durian bisa menghasilkan rata-rata Rp 400 juta dalam 40 tahun. Kami tadi sudah berdiskusi lebih mendalam dengan Bu Khofifah mengenai potensi ini. Jawa Timur memiliki banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Rencananya, kami akan memulai survei untuk mencari lahan yang cocok, mungkin dari 5 hektare terlebih dahulu sebagai proyek percontohan,” jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.