Empat Peserta Tunanetra Ikuti UTBK di Unesa, Didukung Teknologi Audio dan Pendamping Khusus

oleh -109 Dilihat
Tunanetra
Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari sesi khusus UTBK bagi penyandang disabilitas yang telah dijadwalkan panitia pusat.

KabarBaik.co, Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 berjalan inklusif dengan memfasilitasi peserta disabilitas. Pada Kamis (23/4), sebanyak empat peserta tunanetra mengikuti ujian sesi pagi di Training Center, Gedung Rektorat Unesa Kampus 2 Lidah Wetan.

Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari sesi khusus UTBK bagi penyandang disabilitas yang telah dijadwalkan panitia pusat. Secara keseluruhan, Unesa mencatat enam peserta disabilitas pada pelaksanaan tahun ini, terdiri dari dua peserta tunarungu yang telah mengikuti ujian pada hari sebelumnya dan empat peserta tunanetra pada sesi hari ini.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan guna mendukung kelancaran ujian. Mulai dari ruang khusus, pendamping, hingga dukungan infrastruktur teknologi.

“Peserta dapat mengerjakan soal secara mandiri dengan bantuan perangkat audio. Jaringan dan perangkat telah kami siapkan untuk memastikan proses ujian berjalan lancar,” ujarnya.

Dukungan teknologi asistif menjadi salah satu kunci utama dalam pelaksanaan ujian ini. Koordinator TIK Unesa, I Gusti Lanang Putra Eka Prismana, menyebutkan bahwa sistem ujian menggunakan perangkat lunak Non Visual Desktop Access (NVDA), yang mampu mengubah tampilan visual di layar menjadi audio.

Selain itu, peserta juga dibekali reglet dari panitia pusat SNPMB untuk membantu proses perhitungan selama ujian. Sebagai langkah antisipasi, panitia turut menyiapkan perangkat cadangan hingga 50 persen dari jumlah peserta.

Sementara itu, Kasubdit Admisi Unesa, Sukarmin, menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan perangkat khusus bagi peserta dengan kategori low vision berupa fitur pembesaran layar. Namun, fasilitas tersebut tidak digunakan pada sesi kali ini karena seluruh peserta merupakan tunanetra total.

Di tengah dukungan fasilitas tersebut, para peserta menunjukkan kesiapan yang matang. Salah satunya Shakina Aliya Bilbina, peserta asal Mojokerto yang memilih Program Studi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Unesa sebagai pilihan utama.
Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku SMA. “Saya ingin masuk PLB agar bisa membantu anak-anak tunanetra lainnya, khususnya dalam belajar membaca Braille,” tuturnya usai menyelesaikan ujian.

Pengalaman peserta menjadi perhatian Unesa dalam menyusun sistem seleksi yang lebih inklusif. Kampus ini menerapkan proses asesmen yang melibatkan psikolog, tim disabilitas, serta tim akademik guna memastikan calon mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara optimal sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bagi peserta yang belum lolos melalui jalur SNBT, Unesa juga membuka kesempatan melalui jalur mandiri khusus disabilitas yang dijadwalkan mulai 15 Mei 2026, serta jalur prestasi lainnya. Langkah ini menegaskan komitmen Unesa dalam membuka akses pendidikan tinggi yang setara bagi seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.