Fajar/Fikri Usai Juara China Open 2026: Kami Sudah Sisa-sisa Tenaga, Tapi Tidak Mau Menyerah!

oleh -121 Dilihat
FAHAR FIKRI JUARA
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. (PBSI)

KabarBaik.co, Jakarta- Gelar juara China Open 2026 menjadi lebih dari sekadar trofi bagi pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Keberhasilan mempertahankan gelar setelah menaklukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, menjadi jawaban atas keraguan yang sempat muncul seusai hasil mengecewakan di Indonesia Open 2026 sekaligus modal berharga menuju Kejuaraan Dunia.

Fajar/Fikri sukses mengalahkan Kim/Seo dalam laga final yang berlangsung sengit dengan skor 16-21, 21-19, 21-19. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan mereka meraih gelar back-to-back di China Open setelah juga menjadi juara pada edisi 2025.

Fajar mengaku bersyukur dapat menuntaskan perjuangan selama dua pekan terakhir dengan hasil maksimal. Setelah pekan lalu menjuarai Japan Open, pasangan Indonesia kembali naik podium tertinggi di turnamen level Super 1000.

“Kami mengucapkan syukur alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan serta hasil maksimal di China Open ini. Mempertahankan gelar di sini, back to back juara juga setelah Japan Open pekan lalu. Terima kasih untuk semua yang selalu mendukung,” kata Fajar dikutip dari laman resmi PBSI, Minggu (26/7).

Menurutnya, kemenangan tersebut diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Menghadapi pasangan nomor satu dunia, Fajar menilai Kim/Seo tampil jauh lebih agresif dibanding pertemuan sebelumnya dan berani mengambil banyak risiko sepanjang pertandingan.

“Di pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia. Mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu. Kami sebenarnya sudah sisa-sisa tenaga, dua minggu yang sangat melelahkan, tapi kami coba terus bertahan dan mencari cara bagaimana memenangkan pertandingan,” ujarnya.

BACA JUGA: Hasil Final China Open 2026: Jepang dan Taiwan Hentikan Dominasi Tuan Rumah

Fajar juga memberikan apresiasi kepada Fikri yang dinilainya mampu menutup banyak ruang di lapangan ketika kondisi fisik keduanya mulai menurun. “Saya berterima kasih buat Fikri yang sudah meng-cover semua bagian area lapangan.”

Lebih jauh, Fajar berharap keberhasilan mereka dapat menjadi pemicu kebangkitan sektor ganda putra Indonesia. Ia ingin semakin banyak pasangan Indonesia mampu bersaing di level elite dunia.

“Ini rezeki dan hasil kerja keras kami. Semoga menjadi momentum untuk ganda putra semakin baik, bangkit lagi dengan junior-junior kami semakin termotivasi untuk terus mengejar dan menempel ranking kami. Harapannya, yang ikut di level atas bukan hanya dua pasangan, tapi bisa tiga, empat bahkan lima.”

Fajar juga mengakui kegagalan di Indonesia Open 2026 beberapa waktu lalu sempat menjadi pukulan bagi mereka. Namun, hasil tersebut justru menjadi motivasi untuk membuktikan kemampuan di turnamen berikutnya.

“Hasil tidak maksimal di Indonesia Open, di kandang sendiri, membuat kami terpukul. Tapi dari situ pasti ada motivasi sendiri buat kami bisa menjawab keraguan semuanya.”

Sementara itu, Fikri justru merendah saat mendapat pujian dari Fajar. Ia menilai peran seniornya sangat besar dalam menjaga semangat bertanding ketika tekanan semakin tinggi.

“Jujur saya tidak merasa meng-cover Aa Fajar hari ini. Malah saya merasa sangat dibimbing. Jika saya melakukan banyak kesalahan, dia tidak pernah mengerutu, tidak pernah menghakimi saya. Dia selalu membangkitkan semangat dan itu yang membuat saya jadi tidak lelah, tidak mudah capek,” ujar Fikri.

Fikri mengakui kondisi fisik mereka sudah menurun setelah menjalani dua pekan turnamen beruntun. Namun, bermain di partai final membuat mereka memilih mengerahkan seluruh kemampuan hingga poin terakhir.

“Kondisi kami sudah menurun, tapi ini final. Sayang banget kalau kami tidak memaksa. Alhamdulillah, dua minggu ini sangat luar biasa.”

Setelah sukses membawa pulang dua gelar beruntun dari Japan Open dan China Open 2026, Fajar/Fikri kini mengalihkan fokus ke Kejuaraan Dunia. Pasangan andalan Indonesia berjuluk The Thunder Pasundan itu berharap tren positif tersebut dapat berlanjut di ajang paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis tersebut.

“Berikutnya Kejuaraan Dunia. Kami berharap dengan hasil ini semoga bisa mendapatkan hasil yang baik juga di sana. Setelah pulang, kami akan langsung melakukan persiapan yang intensif,” kata Fikri.

Dari hasil juara China Open 2026 ini, Fajar/Fikri pun berhak membawa pulang hadiah uang tunai USD 148.000 atau setara Rp 2,65 miliar. Total hadiah turnamen Super 1000 ini mencapai USD 2 juta. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.