KabarBaik.co – PT Freeport Indonesia (PTFI) komitmen memberikan prioritas kepada warga sekitar untuk bisa bekerja di smelter Manyar, Kabupaten Gresik.
Komitmen ini disampaikan manajemen PTFI menanggapi aksi demonstrasi ratusan warga Mengare di dekat area smelter Manyar yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Selasa (15/10) kemarin.
Dalam demo tersebut, warga Mengare menuntut 60 persen serapan tenaga kerja lokal. Khususnya warga ring satu. Tuntutan itu juga selaras dengan Perda Kabupaten Gresik Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.
“PTFI senantiasa memantuhi ketentuan dari Pemda Jatim dan Kabupaten Gresik mengenai prioritas tenaga kerja dari desa sekitar smelter yang telah memenuhi kualifikasi dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, dalam keterangannya, Selasa (15/10).
Tidak hanya itu, Freeport Indonesia juga terbuka untuk kolaborasi dengan perusahaan lokal Gresik dalam mendukung operasional smelter dengan desain single line terbesar di dunia ini.
“PTFI terbuka kepada setiap perusahaan lokal yang ingin bekerja sama dan berkontribusi dalam operasional smelter dengan melewati proses kualifikasi, verifikasi, dan evaluasi,” tandasnya.
Seperti diketahui, smelter PTFI di Manyar, Gresik telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 23 September 2024 lalu. Setiap tahun, pabrik raksasa ini mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga.
Berdiri di atas lahan lebih dari 100 hektare, smelter ini dibangun dengan nilai investasi yang sangat besar. Rp 56 triliun. Kehadiran smelter ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja serta mendongkrak penerimaan negara. (*)







