KabarBaik.co, Jombang – Kesenian tradisional khas Jombang, Gambus Misri Bintang 9 kembali menggeliat setelah sempat vakum selama sekitar 40 tahun. Kesenian yang memadukan musik, tari, lawakan hingga cerita bernuansa Islami itu kini kembali tampil melalui Festival Gambus Misri 2026.
Puncak festival digelar di Dusun Kendalsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Gambus Misri merupakan kesenian khas Jombang yang diciptakan almarhum Asfandi, seorang santri Tebuireng. Pertunjukannya mengadopsi struktur drama rakyat atau ludruk, kemudian dipadukan dengan musik gambus berirama Melayu, tarian bernuansa Zapin, serta lagu-lagu Islami.
Kesenian ini sempat mati suri selama puluhan tahun. Yayasan Air Kita kemudian berupaya menghidupkannya kembali pada 2018. Kini, Gambus Misri kembali mendapat panggung melalui festival yang digelar untuk kedua kalinya.
Ketua Penyelenggara Gambus Misri Bintang 9, Anasrul Hakim, mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni. Kegiatan ini juga menjadi upaya melestarikan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian warga.
“Kami melibatkan produk UMKM warga lokal agar kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” kata Anasrul, Selasa (11/8).
Anasrul berharap Desa Kendalsari nantinya bisa dikembangkan sebagai Desa Wisata Edukasi Gambus Misri. Dengan begitu, kesenian tradisional tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Harapan besar kami melalui kegiatan ini adalah menjadikan Desa Kendalsari sebagai salah satu Desa Wisata Edukasi Gambus Misri. Kami ingin kebudayaan ini tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Salmanudin atau Gus Wabup mengapresiasi pelaksanaan Festival Gambus Misri 2026. Ia mengaku sudah mengenal kesenian tersebut sejak berusia 12 tahun.
Menurut Gus Wabup, Gambus Misri memiliki karakter yang khas sehingga perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
“Kesenian Gambus Misri memiliki karakter yang sangat khas. Namun, tantangan kita saat ini adalah masih banyaknya generasi muda yang belum mengenalnya secara utuh,” ujar Salmanudin.
Pemkab Jombang, lanjutnya, berkomitmen memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus mendorong regenerasi kesenian tradisional.
“Kami berkomitmen tinggi untuk terus mendampingi dan menyediakan ruang ekspresi, baik di Gedung Kesenian, Pendopo Kabupaten, maupun fasilitas pemerintah daerah lainnya, agar regenerasi ini terus berjalan,” pungkasnya.








