Gandeng Akademisi-Petani, Bulog dan Kementan Bahas Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan

oleh -131 Dilihat
Dirut Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama Mentan Andi Amran Sulaiman di gudang Bulog, Romokalisasi, Surabaya.
Dirut Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama Mentan Andi Amran Sulaiman di gudang Bulog, Romokalisasi, Surabaya.

KabarBaik.co, Surabaya – Perum Bulog bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan” di Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Pergudangan Bumi Maspion, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (13/5).

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi, pengamat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, petani, hingga pelaku pasar untuk membahas penguatan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pangan global.

Dialog itu dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Sejumlah tokoh nasional dan akademisi juga turut hadir, di antaranya Muhammad Said Didu, Din Syamsudin, Prof Ferdi dari Universitas Andalas, Prof Inez Hortense dari IRRI, Prof Mangku Purnomo dari Universitas Brawijaya, Prof Nining Widyah Kusnanik dari Universitas Negeri Surabaya, hingga Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati.

Dalam paparannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Ia mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan pangan nasional.

Menurut Amran, peningkatan produksi pangan nasional turut diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS), FAO, dan United States Department of Agriculture (USDA) yang mencatat produksi beras Indonesia mencapai 34,6 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton.

“Capaian peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian, memperbaiki sarana produksi, mendorong penggunaan benih unggul tahan kekeringan, serta menghadirkan kebijakan strategis yang mendukung peningkatan produktivitas pangan nasional”, ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyelenggaraan diskusi di gudang Bulog menjadi momentum penting untuk memperlihatkan langsung kondisi Cadangan Beras Pemerintah sekaligus memperkuat dialog lintas sektor mengenai masa depan pangan nasional.

“Stok Bulog sampai hari ini mencapai 5,329 juta ton dan menjadi puncak tertinggi sepanjang sejarah Bulog menyimpan beras. Potensi ini masih akan terus bertambah dan kami prediksi dapat mencapai 5,5 hingga 6 juta ton,” ujar Dirut Bulog.

Ia menambahkan, kondisi stok yang kuat merupakan hasil sinergi pemerintah, petani, mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan pangan nasional.

Menurut dia, Bulog terus memperkuat penyerapan gabah dan beras petani sebagai bagian dari upaya menjaga Cadangan Beras Pemerintah, stabilitas pasokan, serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Pengamat Muhammad Said Didu menilai saat ini tengah terjadi perubahan besar di sektor pertanian, terutama dalam tata kelola data pangan nasional.

Ia mengatakan swasembada pangan tidak cukup hanya diukur dari angka produksi, tetapi juga dari keberanian mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Dengan adanya satu data pangan yang lebih terintegrasi antara BPS, Kemendag, Kementan, dan Bulog, kebijakan pangan dapat berjalan lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran. Ketika pangan terkendali, negara menjadi stabil, petani sejahtera, dan masyarakat dapat menikmati pangan yang tersedia dengan harga terjangkau,” ujar Said Didu.

Sementara itu, Din Syamsudin menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan sebagai negara agraris.

“Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki kekuatan besar untuk mencapai swasembada pangan, khususnya beras. Capaian stok beras Bulog yang mencapai 5,3 juta ton menjadi bukti bahwa ketahanan pangan nasional semakin kuat dan perlu disyukuri bersama. Langkah Bulog bersama Kementerian Pertanian dalam menjaga stok, mendukung petani, dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat patut diapresiasi. Dengan pangan yang aman, petani semakin sejahtera, Bulog semakin berjaya, dan rakyat Indonesia terlindungi dari risiko kekurangan bahan pangan,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian penting dalam ekosistem ketahanan pangan nasional, mulai dari penyerapan hasil produksi petani, pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, hingga kesiapan distribusi pangan guna menjaga stabilitas nasional.

Bulog juga menilai keterlibatan akademisi, mahasiswa, petani, dan pelaku pasar dalam forum itu menjadi bagian penting untuk memperkuat literasi publik terkait isu pangan dan swasembada nasional.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.