Gas Pak Camat, Gebrakan Pemkab Lamongan Tekan Inflasi Cabai dan Tomat

oleh -218 Dilihat
Peluncuran Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (Gas Pak Camat) di Lamongan.
Peluncuran Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (Gas Pak Camat) di Lamongan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan meluncurkan program Gas Pak Camat (Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat) sebagai upaya menekan inflasi pangan yang dipicu lonjakan harga cabai. Program tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan tomat guna memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar.

Program Gas Pak Camat dilaksanakan serentak di 27 kecamatan. Peluncuran dipimpin Bupati Lamongan Yuhronur Efendi secara daring dari SDN Tejoasri, Kecamatan Laren.

Langkah ini diambil setelah cabai menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi pangan di Lamongan selama periode Mei–Juni 2026 berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan.

Sebelum pelaksanaan program, Pemkab Lamongan telah menyalurkan total 5.670 bibit hortikultura kepada seluruh kecamatan pada 25–26 Juni 2026. Bantuan tersebut terdiri atas 1.890 bibit cabai rawit, 1.890 bibit cabai besar, dan 1.890 bibit tomat atau masing-masing 210 bibit untuk setiap kecamatan.

Bupati Yuhronur Efendi mengatakan, gerakan tersebut tidak hanya bertujuan mengendalikan inflasi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

“Inflasi pangan di Lamongan selama ini relatif terkendali, kecuali cabai. Karena itu kami mengajak masyarakat menanam cabai dan tomat di pekarangan agar kebutuhan keluarga dapat dipenuhi secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar,” kata Yuhronur.

Menurut dia, jika gerakan tersebut dilakukan secara luas dan berkelanjutan, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam pengendalian harga, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Yuhronur mencontohkan, pemanfaatan media tanam sederhana seperti galon bekas dapat menghasilkan panen cabai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama beberapa bulan.

Ia berharap kebiasaan memanfaatkan pekarangan menjadi budaya baru di tengah masyarakat sehingga lahan yang selama ini tidak produktif dapat mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kalau masyarakat sudah bisa menanam sendiri, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan. Dari gerakan sederhana ini kita berharap muncul dampak yang besar bagi pengendalian inflasi dan kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.