KabarBaik.co – Warga sekitar rest area di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember dihebohkan dengan pememuan mayat seorang pria di rumah kosong.
Dari informasi yang didapat, korban bernama Nanang, warga Kecamatan Umbulsari yang selama ini bekerja serabutan di sekitar rest area Jubung.
Korban pertama kali ditemukan oleh Pipit, salah satu pemilik warung di rest area tersebut.
“Ketemunya Selasa malam, waktu itu saya mau menutup pintu kandang ayam di rumah saya yang memang tidak ditempati, saat saya menutup pintu dan akan menghidupkan lampu saya melihat ada orang yang tidur di dalam, karena takut saya batal dan menyuruh suami saya untuk menyalakan lampu,” ujar Pipit,
Setelah lampu dihidupkan oleh suaminya, dirinya melihat korban yang memang dikenal olehnya terlihat tertidur.
“Awal saya kira korban tidur, karena saya kenal, saya bangunkan, ternyata sudah kaku, kemudian saya melaporkan hal ini ke perangkat desa, juga menghubungi keluarganya,” terangnya.
Ia mengaku kenal dengan korban sudah cukup lama, sejak sama-sama bekerja sebagai pekerja proyek Roxy mall, kemudian sejak 4 tahun terakhir, korban bekerja serabutan sebagai Supeltas.
“Tadi saya masih bertemu korban sekitar jam 10 siang, saat itu korban mengeluhkan flu dan beli obat, terus saya gak ketemu lagi, ternyata korban ada di rumah saya yang tidak saya tempati,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono membenarkan adanya penemuan mayat di sekitar rest area Jubung.
Pihaknya juga mendapat laporan dari warga adanya orang meninggal di rumah kosong, kemudian pihaknya mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.
“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, menurut beberapa keterangan saksi, korban sudah 4 hari mengeluhkan sakit flu,” ujarnya.
Sudarsono juga menyatakan, pihak keluarga korban yang datang ke lokasi juga menerima kematian korban sebagai takdir, awalnya sempat minta jenazah korban dibawa ke rumah sakit, namun setelah musyawarah dengan keluarga lainnya, hal ini tidak dilakukan.
“Tadi memang rencananya korban akan dibawa ke rumah sakit, namun melihat hasil visum luar, keluarga menerima kematian korban, sehingga kami serahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.
Sudarsono juga menambahkan jika suatu saat pihak keluarga menginginkan adanya penyelidikan, pihaknya akan memenuhinya.
“Tadi kami juga menyampaikan kepada pihak keluarga, jika suatu saat nanti dibutuhkan penyelidikan, kami siap melakukannya, termasuk jika harus otopsi,” pungkasnya. (*)







