Gelombang Pertama Tiba di Asrama Haji Surabaya, 760 Calon Haji Jalani Proses Pemberangkatan

oleh -197 Dilihat
haji
Sebanyak dua kelompok terbang (kloter) awal yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, dan Kota Surabaya tiba dengan total 760 jamaah.

KabarBaik.co, Surabaya – Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) mulai menerima kedatangan gelombang pertama jamaah calon haji (JCH) asal Jawa Timur, Selasa (21/4). Sebanyak dua kelompok terbang (kloter) awal yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, dan Kota Surabaya tiba dengan total 760 jamaah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Moh. As’adul Anam, mengatakan proses penerimaan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Ini ada dua kloter, kloter 1 dan kloter 2, masing-masing 380 jamaah. Totalnya 760 jamaah,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Surabaya.

Setibanya di asrama, para jamaah langsung menjalani serangkaian proses administrasi. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan akomodasi, pembagian gelang identitas dan paspor, hingga aktivasi layanan Nusuk. Untuk kloter 1, proses dilakukan di Gedung Mina, sementara kloter 2 di Gedung Muzdalifah.

Menurut Anam, kondisi kesehatan jamaah pada gelombang awal tahun ini relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari minimnya penggunaan kursi roda oleh jamaah.

“Kalau kita lihat, yang menggunakan kursi roda sangat minim. Tahun-tahun sebelumnya bisa di atas 10 sampai 15 orang,” katanya.

Ia menambahkan, ketatnya proses pemeriksaan kesehatan atau istitha’ah turut menekan jumlah jamaah berisiko tinggi, termasuk lansia. Meski demikian, sekitar 50 persen jamaah masih tergolong lanjut usia sehingga tetap memerlukan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah.

Dalam hal pelayanan, tahun ini terdapat sejumlah pembaruan, salah satunya aktivasi layanan Nusuk yang dilakukan sejak di asrama untuk mempercepat proses setibanya di Arab Saudi. Selain itu, pembagian biaya hidup (living cost) sebesar 750 riyal juga diberikan di lokasi yang sama.

Pihaknya menargetkan seluruh proses administrasi dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 hingga 2 jam. Namun, pada tahap awal masih terdapat penyesuaian teknis dengan berbagai pihak terkait.

“Kami berharap proses administrasi bisa selesai dalam satu setengah sampai dua jam. Karena ini kegiatan pertama, masih ada penyesuaian dengan imigrasi, Bea Cukai, perbankan, hingga syarikah,” jelasnya.

Selanjutnya, jamaah dijadwalkan mulai meninggalkan kamar pada Rabu (22/4) dini hari untuk diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandar Udara Juanda Surabaya.

Di sisi lain, petugas juga mengingatkan jamaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan. Beberapa di antaranya larangan membawa bahan berbahaya, narkoba, senjata tajam, serta pembatasan rokok maksimal dua slop dan power bank berkapasitas maksimal 10.000 mAh.

“Kalau ada temuan barang yang tidak sesuai ketentuan, akan kami keluarkan,” tegas Anam.

Salah seorang jamaah asal Kabupaten Probolinggo, Agus Prasetyo, mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji tahun ini bersama istrinya. Ia mengatakan telah melakukan berbagai persiapan, terutama menjaga kondisi fisik dan menyiapkan perlengkapan sesuai arahan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi keluarganya.

“Doa yang jelas untuk keluarga, orang tua, anak, dan semuanya. Kami juga berdoa untuk Indonesia agar selalu dalam keadaan tenang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.