KabarBaik.co, Sidoarjo– Dari lahan tidur pekarangan Lapas Klas I Surabaya di Porong kini bertransformasi menjadi ruang produktif. Perubahan itu ditandai dengan panen perdana jagung manis pada Selasa (21/4), sebagai bukti keberhasilan program pemberdayaan warga binaan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Latubaya.
Kegiatan panen ini dihadiri Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, Kakanwil Kemenkumham Jatim Kadiyono, serta Kalapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi sinyal kuat dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Kadiyono menegaskan bahwa keberhasilan ini berangkat dari komitmen kuat dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Ia menyebut momen panen yang turut dihadiri pejabat pusat sebagai bentuk sinergi yang solid antara daerah dan pusat.
Menurutnya, dukungan dari legislatif memiliki peran penting agar program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat memberi dampak lebih luas. Pihaknya pun berkomitmen untuk terus mengadopsi dan mengembangkan program serupa di daerah.
“Lahan di Porong ini awalnya lahan tidur yang cukup lama terbengkalai. Namun berkat kerja keras jajaran, bibit jagung manis Latubaya yang ditanam sejak 15 Januari lalu kini berhasil dipanen. Sekecil apa pun yang kita lakukan, jika bermanfaat bagi masyarakat, nilainya akan sangat tinggi,” ujar Kadiyono.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya. Ia menilai program ini sebagai langkah cepat dan tepat dalam merealisasikan visi besar Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan.
“Ini program Pak Prabowo yang kemudian diwujudkan oleh Pak Agus Andrianto selaku Menteri Imipas. Ini luar biasa, bagaimana ide bisa direalisasikan menjadi praktik nyata dan sudah berjalan di banyak lapas,” ungkapnya.
Politisi Partai Nasdem itu juga menilai inisiatif di Lapas Surabaya mampu menjadi inspirasi pengembangan potensi lokal. Ia menyebut pendekatan yang dilakukan kementerian sudah berbasis riset dengan melibatkan ilmuwan dan praktisi.
“Ketahanan pangan yang dikembangkan jajaran pemasyarakatan ini berbasis potensi lokal dan riset. Ada itikad kuat untuk mengurangi impor dengan mengembangkan produksi di dalam negeri, termasuk melalui lapas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan berbagai program serupa yang telah berjalan di sejumlah daerah, seperti pengembangan melon di Kendal, budidaya ayam petelur, hingga tambak udang vaname dan ikan sidat di Nusakambangan.
Ke depan, koordinasi antara DPR RI dan kementerian akan terus diperkuat untuk memetakan potensi di berbagai wilayah. Salah satunya adalah rencana menghidupkan kembali kejayaan tambak di Lampung sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional.
Di sisi lain, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengaku sangat senang atas dukungan yang diberikan oleh Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya.
“Saya sangat senang bahwa anggota DPR RI hadir langsung dan mendukung penuh seluruh kegiatan ketahanan pangan. Pemanfaatan lahan tidur yang ada di sini kini menjadi lebih bermanfaat,” ungkapnya.
Panen jagung manis di Porong ini diharapkan menjadi awal dari program berkelanjutan. Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan peran baru lapas sebagai sentra produksi pangan yang tidak hanya memberdayakan warga binaan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (*)






