Warga Surabaya-Sidoarjo Mengeluh Tagihan Listrik Mendadak Naik: Kok Bisa Membengkak?

oleh -223 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 05 at 8.47.02 AM 1
Meteran Listrik Prabayar

KabarBaik.co, Surabaya – Sejumlah warga di Surabaya dan Sidoarjo mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dalam pembayaran bulan ini. Kenaikan tersebut membuat sebagian pelanggan terkejut karena merasa tidak ada perubahan berarti dalam penggunaan listrik sehari-hari.

Salah satu keluhan disampaikan Ahmad Ali, 43, warga Wonocolo, Surabaya. Ia mengaku tagihan listrik pascabayar  rumahnya mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“Biasanya saya bayar sekitar Rp 490 ribu, sekarang menjadi Rp 640 ribu. Padahal pemakaian sehari-hari sama saja,” kata Ali sapaan akrab Ahmad Ali saat ditemui KabarBaik.co, Jumat (5/6).

Keluhan serupa juga datang dari Endang, 50, warga Sidoarjo. Ia mengaku sempat berhasil menekan tagihan listrik selama dua bulan terakhir dengan mengurangi penggunaan alat elektronik berdaya besar.

“Biasanya tagihan saya sekitar Rp 650 ribu. Dua bulan terakhir saya bahkan mencoba menyetrika di luar rumah sehingga tagihan turun menjadi sekitar Rp 525 ribu sampai Rp 550 ribu. Tapi pembayaran kemarin untuk pemakaian Mei malah mencapai Rp 850 ribu. Saya kaget karena kenaikannya tinggi sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Rini, 50, warga Sidoarjo yang menggunakan listrik prabayar atau token, juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, jumlah hari penggunaan token menjadi lebih singkat dibanding biasanya.

“Biasanya beli token Rp 500 ribu bisa cukup sekitar 20 hari. Bulan kemarin hanya bertahan 17 hari,” ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.