KabarBaik.co, Surabaya – Sejumlah warga Surabaya dan Sidoarjo mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak. Padahal warga merasa tidak ada perubahan berarti dalam penggunaan listrik sehari-hari.
Menanggapi keluhan tersebut, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa besaran pembayaran listrik dapat berbeda setiap periode karena dipengaruhi oleh tingkat konsumsi energi listrik serta sejumlah komponen biaya lain yang berlaku sesuai ketentuan.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan tarif listrik rumah tangga tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022.
“PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi yang berlaku,” kata Gregorius, Jumat (5/6)
Menurutnya, apabila terjadi perbedaan jumlah pembayaran listrik, umumnya hal itu dipengaruhi perubahan pola konsumsi listrik maupun komponen biaya lainnya.
Pada pelanggan pascabayar, tagihan dihitung berdasarkan jumlah pemakaian energi listrik yang tercatat pada meter pelanggan. Nilai tersebut kemudian ditambah komponen lain seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ), materai, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk golongan tertentu.
Sementara pada pelanggan prabayar, nilai token yang dibeli tidak seluruhnya langsung dikonversi menjadi energi listrik. Sebagian digunakan untuk pembayaran PPJ sesuai ketentuan pemerintah daerah, kemudian sisanya dikonversi menjadi jumlah kilowatt hour (kWh) yang dapat digunakan pelanggan.
PLN juga mengimbau pelanggan untuk memantau penggunaan listrik secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile. Bagi pelanggan pascabayar, tersedia fitur Swadaya Catat Angka Meter (Swacam) yang memungkinkan pelanggan mencatat angka meter secara mandiri sehingga penggunaan listrik dapat dipantau lebih transparan.
Melalui fitur tersebut, pelanggan dapat mengontrol pemakaian listrik bulanan sekaligus memastikan kesesuaian pencatatan meter yang menjadi dasar perhitungan tagihan.
PLN berharap masyarakat semakin memahami pola konsumsi listrik di rumah agar penggunaan energi lebih efisien dan pembayaran listrik dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. (*)






