KabarBaik.co – Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pesisir Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Kamis dini hari (22/1), menyebabkan enam rumah warga mengalami kerusakan parah. Tiga di antaranya dilaporkan hanyut sepenuhnya akibat hempasan ombak laut.
Kepala Lingkungan Bugis Suherman, mengatakan gelombang tinggi mulai terjadi sejak Rabu malam sekitar pukul 20.00 WITA hingga Kamis dini hari pukul 01.00 WITA. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter lebih, jauh lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan malam sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” ujar Suherman, Jumat (23/1).
Menurutnya, hempasan ombak yang kuat disertai abrasi pantai menghantam langsung permukiman warga di kawasan pesisir. Kerusakan terparah dialami enam rumah penduduk.
“Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah dan tidak bisa ditempati. Rumah lain juga terdampak, tapi masih bisa digunakan secara terbatas,” imbuhnya.
Warga terdampak berharap adanya kepastian penanganan dari pemerintah, terutama terkait lokasi evakuasi. Sebelumnya, relokasi warga direncanakan ke rumah susun, namun keterbatasan kapasitas membuat rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan tenda pengungsian sementara bagi warga terdampak. Penanganan lanjutan akan dilakukan dengan relokasi bersifat sementara sambil menunggu solusi yang lebih permanen.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung lokasi terdampak banjir rob dan gelombang tinggi di Lingkungan Bugis, Kamis (22/1), sepulang dari kunjungan kerja di Pulau Sumbawa. Tanpa singgah ke Pendopo, Gubernur langsung menuju lokasi sebagai bentuk respons cepat pemerintah provinsi terhadap bencana pesisir tersebut.
Di lokasi, Gubernur Iqbal berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma, warga RT 03 Lingkungan Bugis. Warga menyampaikan harapan agar pemerintah segera melakukan penanganan rumah rusak serta menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang.
Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana yang terencana dan terukur, serta kerja sama lintas sektor untuk mengantisipasi risiko bencana pesisir ke depan. Ia juga mengimbau masyarakat pesisir agar tetap waspada.
Gubernur juga menyempatkan diri berbincang santai dengan warga sambil minum kopi usai meninjau areal rumah terdampak dan kondisi ombak pantai.
Berdasarkan catatan BMKG, potensi hujan disertai angin kencang di wilayah NTB diperkirakan masih akan berlangsung hingga 26 Januari 2026. Warga yang bermukim di kawasan pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.(*)







