Gubernur NTB Tegaskan Rekonstruksi Sade: Identitas Budaya Masyarakat Sasak Harus Dipertahankan

oleh -91 Dilihat
IMG 20260826 WA0071
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendatangi warga korban kebakaran Desa Adat Sade. (Foto: Arief Rahman)

KabarBaik.co, Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan rekonstruksi Desa Adat Sade pascakebakaran tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, rumah warga yang terbakar memang harus dibangun kembali. Namun, sejarah, arsitektur, tata ruang, dan identitas budaya masyarakat Sasak di Sade harus tetap dipertahankan.

Hal itu disampaikan Iqbal saat mengunjungi Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (26/8). Ia didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sinta Agathia dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Dalam kunjungannya, Iqbal meninjau kawasan terdampak kebakaran dan berdialog dengan kepala desa, tokoh masyarakat, masyarakat adat serta warga yang bergotong royong membersihkan sisa kebakaran.

“Ini bukan sekadar kebakaran biasa. Ini kebakaran yang terjadi terhadap situs sejarah yang penuh budaya. Sehingga rekonstruksinya bukan membangun rumah layak huni, tetapi membangun kembali situs sejarah sedekat mungkin dengan bentuk aslinya,” tegas Iqbal.

Ia meminta pemerintah tidak terburu-buru menentukan model pembangunan maupun skema pembiayaan sebelum konsep rekonstruksi disepakati bersama masyarakat adat. Menurutnya, masyarakat Sade harus menjadi subjek utama dalam proses pemulihan.

Pemerintah berperan mendampingi dan memfasilitasi, bukan mengambil alih keputusan mengenai masa depan kampung adat tersebut. “Yang punya desa ini adalah masyarakat, masyarakat adat yang ada di sini. Sehingga kita perlu mengajak mereka bicara dan memutuskan bersama apa yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Iqbal mengatakan, rekonstruksi akan diarahkan untuk mengembalikan Sade sedekat mungkin dengan bentuk dan karakter aslinya. Namun, aspek keselamatan dan mitigasi kebakaran juga harus diperbaiki.

“Kita kembalikan sedekat mungkin dengan aslinya, tetapi dalam versi yang lebih baik. Kita harus memikirkan hidran, APAR, sistem sirkulasi dan akses, sehingga apabila terjadi kebakaran, penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Pemerintah juga membuka kemungkinan penataan kawasan secara lebih komprehensif, termasuk pengaturan ruang hidup masyarakat di luar kawasan inti adat. Namun, opsi tersebut masih akan dibahas bersama masyarakat adat.

Iqbal meminta kawasan bekas kebakaran untuk sementara diamankan karena masih terdapat material yang berpotensi membahayakan warga dan relawan. Bantuan dari masyarakat juga diharapkan disalurkan melalui posko agar pendistribusiannya tertib dan sesuai kebutuhan.

“Sade bukan lagi hanya milik warga yang tinggal di sini. Sade adalah milik NTB, bahkan bagian dari warisan Indonesia. Karena itu, wajar kalau semua orang memiliki rasa memiliki dan ingin ikut membantu,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar proses pemulihan tidak dilakukan secara tergesa-gesa hanya untuk mengejar agenda pariwisata maupun kegiatan besar di NTB. Kecepatan pemulihan, kata dia, tetap penting, tetapi tidak boleh mengorbankan keaslian dan nilai sejarah Desa Adat Sade.

“Kesepakatannya kita tentukan dulu arahnya. Jangan terburu-buru membangun. Setelah arah rekonstruksinya jelas dan disepakati masyarakat, baru kita pikirkan bersama dari mana sumber pembiayaannya,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat adat dan pihak terkait akan mematangkan konsep rekonstruksi sebelum menentukan kebutuhan pembiayaan dan membuka ruang kolaborasi.

Bagi Iqbal, membangun kembali Sade bukan sekadar mengganti rumah yang terbakar. Yang harus dipulihkan adalah ruang hidup masyarakat sekaligus warisan budaya yang menjadi identitas Desa Adat Sade. “Sade harus segera bangkit, tetapi ketika nanti kembali berdiri, jangan sampai Sade kehilangan Sade-nya.” (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.