KabarBaik.co, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mendorong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB memperkuat peran dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang profesional sekaligus memiliki karakter religius.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) NTB, Surya Bahari, saat membacakan sambutan Gubernur NTB pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Provinsi NTB di Mataram, Selasa (25/8).
Gubernur menilai tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga degradasi moral, ketimpangan sosial dan ancaman polarisasi di tengah perkembangan teknologi digital.
“Kita membutuhkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus teguh memegang iman dan takwa,” kata Surya saat membacakan sambutan Gubernur.
Menurutnya, tema Muswil VIII LDII NTB, yakni “Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Menuju NTB Makmur Mendunia”, dinilai relevan dengan arah pembangunan daerah.
Iqbal menekankan SDM profesional dan religius menjadi salah satu kunci untuk menggerakkan sektor strategis daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi inklusif, penguatan ekonomi hijau hingga menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.
Pemprov NTB, lanjutnya, juga terus menjalankan program peningkatan kualitas SDM melalui program NTB Terampil dan Tangkas serta NTB Sehat dan Cerdas. “Anak-anak muda dan masyarakat kita harus memiliki keterampilan kerja yang adaptif dengan kebutuhan industri modern, tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai kesalehan dan kearifan lokal,” ujarnya.
Selain penguatan SDM, Iqbal mengajak LDII memperluas kolaborasi melalui program Desa Berdaya. Kolaborasi tersebut diharapkan menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput. LDII juga didorong ikut mendukung pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM berbasis pesantren, serta penguatan ketahanan keluarga dan pangan di desa.
Iqbal memberikan apresiasi kepada keluarga besar LDII NTB yang selama ini dinilai telah menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun umat, menjaga moralitas masyarakat dan merawat harmoni sosial. Ia berharap Muswil VIII LDII NTB tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan program kerja yang inovatif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang untuk memperkokoh sinergi dan ukhuwah demi kejayaan Nusa Tenggara Barat,” kata Surya membacakan pesan Iqbal.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Dody Taufiq Wijaya, menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dengan memberikan ruang dan tanggung jawab lebih besar kepada kader muda.
Menurutnya, proses tersebut perlu dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat pusat hingga struktur organisasi paling bawah. “Berikan ruang dan tanggung jawab kepada kader muda,” kata Dody.
Dody mengatakan, regenerasi menjadi salah satu kekuatan penting bagi organisasi agar mampu bergerak lebih dinamis dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan. Karena itu, LDII didorong memperkuat konsolidasi internal hingga tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC), sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus di tingkat akar rumput.
Selain regenerasi, Dody mendorong LDII memperkuat delapan bidang pengabdian untuk bangsa. Bidang tersebut meliputi kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru dan energi terbarukan (EBET). “Pengabdian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dody juga mengingatkan LDII untuk mampu membaca berbagai tantangan yang akan dihadapi ke depan, mulai dari dinamika geopolitik dan geoekonomi global, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, hingga dinamika politik menjelang Pemilu 2029 dan Pemilukada 2031.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, LDII didorong membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program organisasi semakin adaptif dan memiliki dampak langsung di tengah masyarakat.
Ketua DPW LDII NTB Abdullah A Karim menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri.
Menurut Abdullah, kemitraan tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkuat kontribusi LDII dalam berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. LDII NTB mengarahkan pengabdiannya tidak hanya pada bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, pembentukan karakter, wawasan kebangsaan dan kerukunan.
“Kolaborasi menjadi kunci pengabdian,” kata Abdullah dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII NTB di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. (*)






