MUI-LDII Jatim Tandang Bareng Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 50 Tukik di Banyuwangi

oleh -115 Dilihat
IMG 20260824 WA0021
Penanaman 1.000 bibit mangrove dan pelepasliaran 50 tukik di Pantai Cemara. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Gerakan pelestarian pesisir dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dengan menanam 1.000 bibit mangrove dan melepasliarkan 50 tukik di Pantai Cemara, Banyuwangi.

Aksi bertajuk semangat “tandang bareng” tersebut melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Selain penanaman mangrove dan pelepasan tukik, peserta juga menggelar bersih-bersih pantai serta pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar mengatakan, penanaman mangrove merupakan bentuk nyata menanam kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga generasi mendatang. “Kita menanam untuk semua, untuk bangsa ini, dan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan alam tidak lepas dari aktivitas manusia. Karena itu, upaya menjaga dan memulihkan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kerusakan ekosistem tidak berkembang menjadi bencana.

Prof. Halim juga mengapresiasi soliditas warga LDII dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Ia mendorong kolaborasi antara organisasi keagamaan, pemerintah dan masyarakat terus diperkuat. “Jangan pernah menunda kebaikan dan jangan merasa lelah untuk selalu berbuat baik,” katanya.

Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi mengatakan, penanaman mangrove menjadi bagian dari program tahunan LDII bertajuk “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” yang digelar setiap Agustus.

Tahun ini, gerakan tersebut dipusatkan di Banyuwangi dengan fokus pelestarian pesisir. Kegiatan itu sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertajuk “Nandur Mangrove”.

Amrodji menyebut mangrove memiliki fungsi penting sebagai benteng alami kawasan pesisir. Tanaman tersebut dapat membantu mengurangi abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat biota sekaligus menyerap dan menyimpan karbon.

“Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi investasi ekologis untuk menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir,” katanya.

Ia menegaskan, gerakan penghijauan tidak boleh berhenti setelah bibit ditanam. Perawatan dan pengawasan harus dilakukan agar mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Suratno mendukung aksi tersebut.

“Terima kasih LDII. Melestarikan mangrove dan penyu hari ini berarti menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan memastikan generasi mendatang tetap menikmati kekayaan alam Indonesia,” ujarnya.

Suratno menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga keagamaan dan masyarakat.

Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Ir. Heri Sujatmiko mengatakan, pelepasan tukik diharapkan ikut membantu menjaga populasi penyu yang semakin terancam. “Pelepasan tukik ini diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi penyu yang semakin terancam,” katanya.

Heri menambahkan, pelestarian mangrove dan penyu harus dilakukan secara berkelanjutan karena keduanya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus MUI Jawa Timur dan Banyuwangi, jajaran LDII, Pemkab Banyuwangi, DLH, Dinas Kelautan, PCNU, PD Muhammadiyah, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, Senkom Mitra Polri, Persinas Asad, Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI), pegiat media sosial, pengasuh dan santri PPPM Nurul Huda, unsur Muspika Banyuwangi serta berbagai elemen masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.