Gudang Bulog Jatim Nyaris Penuh, Stok Beras Tembus 1,3 Juta Ton di Tengah Panen Raya

oleh -160 Dilihat
Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho saat diwawancarai jurnalis KabarBaik.co
Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho saat diwawancarai jurnalis KabarBaik.co

KabarBaik.co, Gresik – Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur terus memperkuat kapasitas penyimpanan pangan di tengah melimpahnya hasil panen. Hingga saat ini, Bulog Jatim telah menyewa ratusan gudang tambahan untuk menampung stok beras yang terus meningkat.

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan, secara keseluruhan Bulog Jatim telah menyewa 190 komplek pergudangan dengan total 223 unit gudang yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Kalau total kapasitas gudang sewa yang kami gunakan saat ini mencapai sekitar 650 ribu ton. Dan sekarang sudah hampir 80 persen terisi,” ujarnya ditemui saat mendampingi Mentan di Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Rabu (13/5).

Menurut Langgeng, langkah penyewaan gudang dilakukan sebagai antisipasi tingginya serapan gabah dan beras saat musim panen raya berlangsung. Bahkan, Bulog membuka kemungkinan untuk kembali menambah gudang apabila produksi petani masih terus melimpah.

“Kalau panen masih banyak, tentu kami akan sewa lagi. Karena stok yang kami kelola cukup besar,” katanya.

Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Jatim mencapai sekitar 1,3 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu cadangan pangan terbesar di Indonesia dan dinilai cukup aman untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga beras di pasaran.

Selain beras, Bulog Jatim juga menguasai stok jagung sekitar 58 ribu ton. Sejak Sabtu lalu, jagung program SPHP mulai digelontorkan kepada para peternak ayam di sejumlah wilayah Jawa Timur guna membantu menjaga stabilitas harga pakan ternak.

Tak hanya itu, Bulog Jatim juga tengah berupaya memperkuat stok minyak goreng. Saat ini, stok yang tersedia mencapai sekitar 457 ribu liter dan diperkirakan masih akan bertambah hingga 900 ribu liter sepanjang Mei 2026.

“Kami sudah mendapat komitmen tambahan pasokan sekitar 900 ribu liter. Saat ini masih proses pengambilan dari produsen-produsen,” jelas Langgeng.

Ia mengakui, sebelumnya stok minyak goreng Bulog sempat menurun hingga tersisa sekitar 300 ribu liter. Namun kini kondisi mulai berangsur membaik seiring masuknya tambahan pasokan.

Untuk sementara, distribusi minyak goreng masih difokuskan ke pasar-pasar program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun Bulog memastikan, jika kuota tambahan telah tersedia, distribusi akan diperluas ke pasar-pasar lainnya.

Dalam pengawasan distribusi, Bulog Jatim juga menggandeng Satgas Pangan serta Dinas Perdagangan di berbagai daerah agar harga minyak goreng di tingkat pengecer tetap sesuai ketentuan pemerintah.

“Kami bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan ikut mengawasi agar tidak ada penjualan di atas harga yang ditetapkan,” tegasnya.

Langgeng menambahkan, peran Bulog dalam distribusi minyak goreng nasional sebenarnya tidak dominan. Dari total distribusi minyak goreng nasional, sekitar 65 persen dikuasai sektor swasta, sementara sisanya dikelola BUMN pangan.

“Bulog hanya menguasai sekitar 17 sampai 20 persen saja. Jadi sebenarnya ini tanggung jawab bersama, bukan hanya Bulog,” katanya.

Meski demikian, Bulog Jatim memastikan akan terus berupaya menjaga ketersediaan pangan dan minyak goreng di masyarakat agar kelangkaan tidak kembali terjadi.

“Insyaallah kami tetap fokus, semoga kelangkaan minyak segera berakhir dan stok terus bertambah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.