Guru Ngaji di Surabaya Cabuli 7 Santri Laki-laki, Dilakukan Setahun-Terpengaruh Film Porno

oleh -78 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 23 at 4.24.31 PM

KabarBaik.co, Surabaya – Polisi menetapkan seorang pria berinisial MZ, 22, yang berprofesi sebagai pengajar di sebuah lembaga pendidikan keagamaan di kawasan Genteng Kali sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan terkait dugaan tindakan pencabulan terhadap sejumlah santrinya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat tujuh santri laki-laki yang menjadi korban. Tindakan tersebut diduga terjadi dalam rentang waktu antara tahun 2025 hingga 2026.

“Tersangka merupakan guru ngaji di tempat tersebut. Korbannya ada tujuh orang anak laki-laki yang belajar di sana dalam kurun waktu setahun terakhir,” ujar Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (9/5).

Karakteristik Lembaga dan Modus Operandi

Lembaga pendidikan tersebut diketahui memiliki sistem menginap mingguan (akhir pekan), di mana para santri hanya berada di lokasi pada hari Jumat hingga Minggu. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa tersangka memanfaatkan situasi saat malam hari untuk melancarkan aksinya terhadap para santri yang masih berusia antara 10 hingga 15 tahun.

Kasus ini sempat tidak terlaporkan selama setahun karena para korban merasa takut untuk bersuara. Namun, setelah salah satu korban berani melapor, para korban lainnya akhirnya turut memberikan keterangan kepada penyidik. Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka mengaku terdorong melakukan perbuatan tersebut karena pengaruh sering menonton konten pornografi.

Penegakan Hukum dan Pendampingan Korban

Tersangka MZ saat ini telah ditahan di Rutan Polrestabes Surabaya. Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta Pasal dalam KUHP yang mengatur tentang perlindungan anak dan tindakan asusila.

Sebagai langkah pemulihan, Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan DP3APPKB Kota Surabaya untuk memberikan pendampingan psikologis kepada ketujuh korban. Program trauma healing juga diberikan kepada para santri tersebut guna memastikan kesehatan mental mereka tetap terjaga. Selain itu, orang tua korban turut mendapatkan pembekalan agar dapat mendukung proses pemulihan anak-anak mereka di rumah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.