Gus Barra Turun Tangan, Keluarga Sutarno di Mojokerto Dapat Bedah Rumah hingga Akses Sekolah Rakyat

oleh -119 Dilihat
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meninjau langsung rumah Sutarno yang kondisinya tidak layak huni.(istimewa)
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meninjau langsung rumah Sutarno yang kondisinya tidak layak huni.(istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memastikan keluarga Sutarno, warga Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, mendapat penanganan menyeluruh setelah melihat langsung kondisi rumah mereka yang tidak layak huni.

Rumah Sutarno diketahui masih menyatu dengan kandang kambing. Hunian tersebut juga belum memiliki fasilitas sanitasi, kamar mandi, maupun dapur yang memadai.

“Setelah kami lihat, memang rumahnya tidak layak huni. Rumahnya gandeng, campur dengan kandang kambing. Kondisinya juga tidak layak huni, tidak ada sanitasinya, tidak ada WC-nya, tidak ada dapurnya,” ujar Gus Barra, Kamis (20/8).

Kondisi rumah semakin memprihatinkan karena hanya memiliki satu ruangan yang digunakan sebagai tempat tidur oleh lima anggota keluarga.

Bahkan, keluarga Sutarno disebut harus menempuh jarak hampir satu kilometer untuk mendapatkan fasilitas buang air.

“Ruangannya cuma satu untuk tidur lima orang. Jadi kami lihat sangat tidak layak huni,” katanya.

Pemkab Mojokerto kemudian menyiapkan program bedah rumah untuk memperbaiki kondisi hunian tersebut. Bantuan berasal dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWC NU Kecamatan Trawas dengan total anggaran Rp 50 juta.

“Ini ada program bedah rumah dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, juga dari bantuan MWC NU Kecamatan Trawas. Ini totalnya Rp 50 juta. Nanti akan kita bangun lebih layak lagi,” jelasnya.

Rumah tersebut nantinya akan dibangun dengan dua kamar tidur, ruang tamu, serta kamar mandi. Bangunan rumah juga akan dipisahkan dari kandang kambing agar kondisi hunian lebih sehat dan layak.

“Nanti ada kamarnya dua, ada ruang tamunya, terus ada kamar mandinya. Ini kalau mau BAB, jauhnya sampai satu kilometer katanya. Hampir satu kilometer kalau mau BAB. Jadi nanti ini lebih layak lagi, dipisahkan antara rumah dengan kandangnya,” ungkap Gus Barra.

Tak hanya soal rumah, pemerintah juga memastikan keluarga Sutarno telah mendapatkan perlindungan sosial. Berdasarkan data kesejahteraan, keluarga tersebut masuk dalam desil 2.

Dengan status tersebut, keluarga Sutarno telah tercakup dalam sejumlah bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta kepesertaan BPJS.

“Berkaitan dengan desil, beliau sudah masuk desil 2. Sehingga bantuan PKH, BPNT, terus yang lainnya alhamdulillah sudah ter-cover. BPJS sudah ter-cover semuanya,” kata Gus Barra.

Perhatian juga diberikan terhadap pendidikan anak Sutarno. Salah satu anak dalam keluarga tersebut saat ini duduk di kelas 6 dan akan diarahkan mengikuti program Sekolah Rakyat.

“Tinggal nanti ke depan ini ada anaknya yang sekarang kelas 6, akan kita masukkan nanti di Sekolah Rakyat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.