KabarBaik.co – Bupati Jember Gus Fawait mengambil langkah tegas dalam menangani masalah kesehatan serius di wilayahnya. Di hadapan 1.200 tenaga kesehatan di GOR PKPSO Kaliwates, Selasa (27/1), ia meluncurkan program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak sebagai respons atas tingginya angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB).
Gus Fawait menekankan bahwa pola penanganan sektoral yang berjalan selama ini tidak lagi efektif. Mengacu pada data satu dekade terakhir, Jember kerap berada di posisi puncak kasus stunting dan AKI-AKB di Jawa Timur sebuah kondisi yang ia sebut sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.
Strategi utama dalam gerakan ini adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Khusus. Berbeda dengan sebelumnya, satgas ini mengintegrasikan berbagai elemen untuk bergerak dalam satu komando.
Mulai dari Tenaga Kesehatan & Penyuluh KB sebagai garda terdepan layanan medis hingga keamann, peran TNI dan Polri turut memperkuat pergerakan di lapangan.
“Selama ini kerja penanganan terkesan berjalan sendiri-sendiri. Mulai hari ini, kita satukan semua dalam satu komando,” tegas Gus Fawait.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember mematok target penurunan angka stunting secara drastis pada tahun 2026, dengan ambisi menjadi daerah dengan angka stunting terendah di Jawa Timur pada periode 2029–2030.
Gus Fawait juga merombak struktur pendanaan.
“Anggaran kesehatan tidak lagi dipecah-pecah atau habis untuk agenda seremonial seperti seminar dan harus berdampak langsung pada masyarakat,” ungkapnha
Menariknya, di tengah efisiensi tersebut, Bupati memberikan jaminan kesejahteraan bagi para pejuang kesehatan.
“Saya memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi nakes di Jember tidak akan dikurangi, sebagai bentuk dukungan agar pelayanan publik tetap prima,” tutup Gus Fawait. (*)







