Gus Irfan Sebut Haji Ilegal Saat Ini Turun Jauh, Tahun Lalu 1.000 Orang Tertahan di Bandara

oleh -187 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 08 at 11.27.20 AM
Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf usai melepas keberangkatan jamaah haji Jombang kloter 62 dan 63 Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji ilegal tanpa antrean. Pemerintah disebut memperketat pengawasan untuk mencegah keberangkatan calon jemaah nonprosedural ke Tanah Suci.

Peringatan itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Irfan saat melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Jombang kloter 62 dan 63 di Pendopo Kabupaten Jombang.

Menurut Gus Irfan, tahun ini pemerintah membentuk satuan tugas bersama yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, kepolisian, hingga imigrasi guna menekan praktik haji ilegal.

“Jangan sampai masyarakat tertipu iming-iming haji tanpa antre. Prinsipnya, tidak ada haji tanpa antre,” kata Gus Irfan dalam keterangannya Jumat (8/5).

Ia menyebut pengawasan ketat tersebut cukup efektif. Jumlah calon jemaah ilegal yang tertahan di bandara tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu.

“Tahun ini jumlahnya belum sampai 100 orang. Tadi malam laporan dari Wakapolri sekitar 60 orang. Tahun lalu jumlahnya lebih dari 1.000 orang yang tertahan di bandara,” ujarnya.

Selain itu, Gus Irfan memastikan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia sejauh ini berjalan lancar. Hingga kemarin, hampir 50 persen jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Sudah hampir 50 persen jamaah diberangkatkan, sekitar 250 kloter. Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sebagian jemaah yang sebelumnya berada di Madinah mulai bergeser menuju Makkah. Sedangkan jemaah yang diberangkatkan dari Indonesia dijadwalkan mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Meski begitu, masih terdapat sejumlah kendala kecil dalam proses pemberangkatan. Di antaranya jemaah yang tertunda karena faktor kesehatan maupun persoalan imigrasi.

“Kalau yang ditolak imigrasi Saudi yang masuk laporan ke saya hanya satu orang karena memiliki persoalan tertentu sebelumnya. Sedangkan yang tertunda di asrama haji karena kondisi kesehatan jumlahnya kurang dari 10 orang,” katanya.

Gus Irfan juga mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Sebab terdapat jeda waktu cukup panjang sejak pemeriksaan kesehatan awal hingga keberangkatan ke Tanah Suci.

“Kami berharap jamaah tetap menjaga kebugaran agar saat pemeriksaan akhir tetap dinyatakan layak terbang,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.