Gus Kikin Siap Jalankan Amanah Jelang Muktamar NU: Saya Tak Pernah Meminta

oleh -61 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 18 at 2.19.21 PM
Gus Kikin saat memberikan keterangan di Ndalem Kasepuhan Ponpes Tebu Ireng (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang— Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan kesiapannya jika didorong untuk maju dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mendatang. Namun, ia menegaskan tidak pernah mengajukan diri.

Hal itu disampaikan Gus Kikin saat ditemui di Ndalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Jombang, sebelum agenda Musyawarah Nasional (Munas) dan Festival Pesantren Tebuireng 2026 yang digelar Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).

“Kalau didorong dan dianggap mampu, saya siap menjalankan. Tapi saya tidak pernah meminta,” ujar Gus Kikin. Sabtu (18/4).

Menurut dia, dinamika yang terjadi di tubuh NU saat ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi politik dan ekonomi yang kompleks. Meski demikian, ia menilai NU perlu kembali pada kekuatan utamanya sebagai organisasi yang solid.

Gus Kikin mencontohkan pada masa awal berdirinya, NU dikenal memiliki fondasi organisasi yang kuat, terutama dalam menjaga kekompakan internal.

“NU sejak awal berdiri hingga periode 1930–1940-an dikenal solid. Itu menjadi kekuatan penting bagi organisasi dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti maraknya berbagai pandangan di ruang publik yang berkembang saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi dengan upaya mengembalikan NU pada nilai-nilai dasarnya.

“Yang terpenting bagaimana kita bisa kembali pada kondisi ideal, yakni organisasi yang solid dan berdaya,” ujar dia.

Gus Kikin menyinggung peran besar warga NU dalam sejarah perjuangan bangsa, terutama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menilai kekuatan tersebut lahir dari sinergi antar elemen masyarakat.

“Kekuatan itu lahir dari kebersamaan, sehingga bisa menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Presidium Nasional IKAPETE, Prof Dr KH Masykuri Bakri, menegaskan bahwa Munas kali ini difokuskan pada penguatan peran alumni, bukan membahas isu eksternal organisasi.

“Kami tidak membahas hal-hal eksternal yang rumit. Fokus kami adalah bagaimana alumni bisa menjadi perekat dan peneduh di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap alumni Tebuireng yang tersebar di berbagai daerah dapat memperkuat persatuan serta menjaga peran NU sesuai nilai-nilai yang dirintis pendirinya, KH Hasyim Asy’ari.

Selain itu, IKAPETE juga mendorong agar proses suksesi kepemimpinan NU berjalan secara sehat, tanpa praktik politik uang.

“Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama. Kami juga berharap tidak ada praktik money politic dalam proses ke depan,” ujar dia.

Menurut Masykuri, siapa pun yang terpilih dalam kepemimpinan NU ke depan diharapkan mampu mengembalikan organisasi ke khittah dan garis perjuangannya.

“Kalau memang itu menjadi kehendak bersama dari seluruh pengurus di daerah, tentu akan didukung. Intinya NU harus kembali ke relnya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.