KabarBaik.co, Jombang — Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang KH Zainul Ibad Wijaya As’ad atau yang akrab disapa Gus Ulib menyampaikan kritik tegas terkait dinamika menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama.
Ia menilai perlu adanya pembenahan menyeluruh dalam struktur kepanitiaan agar pelaksanaan muktamar dapat menghasilkan kepengurusan Nahdlatul Ulama yang lebih baik.
Menurut Gus Ulib, keberhasilan muktamar sangat bergantung pada integritas penyelenggara. Ia menekankan bahwa panitia harus bersih dari berbagai kepentingan yang berpotensi memengaruhi jalannya forum.
“Keberhasilan muktamar itu ditentukan oleh penyelenggaranya. Kalau penyelenggaranya bersih, maka hasilnya juga akan baik,” ujarnya, Kamis (2/4)
Ia juga menyoroti pentingnya “sterilisasi” panitia dari berbagai kepentingan, mulai dari joki politik hingga pengaruh bisnis seperti tambang yang dinilai tidak memberikan manfaat bagi organisasi.
Gus Ulib mengungkapkan kekhawatirannya terhadap netralitas panitia yang ada saat ini. Ia menilai, ada pihak-pihak yang justru menawarkan diri untuk posisi tertentu, sehingga berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Secara khusus, ia mengkritik penunjukan ketua panitia yakni Saifullah Yusuf. Gus Ulib mengaku pesimis jika kepemimpinan penyelenggara tetap dipegang oleh figur yang sama.
Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti “menyerahkan sapi kepada tukang jagal”, yang dalam ungkapan Jawa berarti sudah pasti akan berujung pada hasil yang merugikan.
“Jangan sampai warga NU kembali menjadi korban untuk kesekian kalinya. Kepanitiaan harus dibenahi, harus lebih waras dan lebih baik,” tegasnya.
Gus Ulib pun mengajak warga NU untuk bersama-sama mendorong pembentukan panitia yang lebih independen dan berorientasi pada kepentingan umat, sehingga muktamar dapat berjalan dengan kredibel dan menghasilkan kepemimpinan yang membawa perubahan positif. (*)






