Gus Yahya Ajak Warga NU Teladani Cara Berpikir Mbah Wahab Hadapi Perjuangan Zaman

oleh -94 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 16 at 7.45.07 AM
Gus Yahya saat menjadi narasumber bedah buku KH Abdul Wahab Chasbullah di Unwaha Tambakberas, Jombang (Teguh)

KabarBaik.co, Jombang – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) meneladani cara berpikir KH Abdul Wahab Chasbullah dalam menghadapi perubahan zaman.

Gus Yahya mengatakan Mbah Wahab tidak hanya memikirkan bagaimana mempertahankan warisan masa lalu. Pendiri NU tersebut juga memikirkan apa yang harus diperjuangkan untuk menghadapi masa depan.

Hal itu disampaikan Gus Yahya seusai menjadi narasumber dalam bedah buku KH Abdul Wahab Chasbullah pada Sarasehan Nasional Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama di Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambakberas, Jombang, Sabtu (15/8/2026) malam.

“Bahwa Mbah Wahab itu melihat dunia berubah. Dan kemudian beliau berpikir ulama dan umat Islam ini di tengah dunia yang sedang berubah ini harus melakukan apa,” kata Gus Yahya.

Menurutnya, cara berpikir tersebut relevan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Gus Yahya menegaskan Muktamar tidak seharusnya hanya menjadi forum untuk membahas apa yang perlu dipertahankan dari masa lalu. Lebih dari itu, Muktamar harus membicarakan hal-hal yang perlu diperjuangkan NU ke depan.

“Bukan hanya soal harus mempertahankan apa, tapi apa yang harus diperjuangkan ke depan. Bukan hanya apa yang harus dipertahankan dari warisan masa lalu, tapi apa yang diperjuangkan ke depan,” ujarnya.

Gus Yahya menyebut Muktamar ke-35 NU memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab, agenda tersebut digelar di pesantren yang memiliki kaitan erat dengan KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Saya kira ini adalah semangat Mbah Wahab yang harus menjiwai Muktamar ke-35 ini, karena ini Muktamar betul-betul istimewa,” katanya.

Ia juga mengingatkan para muktamirin dan warga NU yang datang ke Tambakberas untuk tidak melupakan sejarah perjuangan Mbah Wahab. Terlebih, makam Mbah Wahab berada di kompleks pesantren tersebut.

“Para muktamirin dan warga NU yang berpartisipasi di dalam Muktamar ini harus terus ingat, ini adalah Muktamar di pesantren pendiri dan Mbah Wahab ada di sini,” tutur Gus Yahya.

“Jangan sampai siapa pun yang menginjakkan kaki di atas bumi Tambakberas ini lupa kepada Mbah Wahab,” imbuhnya.

Bedah buku tersebut menjadi bagian dari Sarasehan Nasional Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama yang dihadiri sejumlah tokoh dan keluarga keturunan para pendiri NU.

Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian menyambut Muktamar ke-35 NU. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengenang pemikiran dan perjuangan para muassis NU sekaligus merefleksikannya dengan tantangan organisasi dan masyarakat di masa depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.