KabarBaik.co, Surabaya – Memasuki hari ke-28 bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, aktivitas ekonomi di Pasar Soponyono Rungkut, Surabaya, menunjukkan geliat yang signifikan. Meski harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan, antusiasme masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran tetap tinggi.
Dari pantauan di lapangan pada Rabu (18/3), keramaian pasar sudah terlihat sejak area parkir. Arus pengunjung yang datang silih berganti menandakan meningkatnya daya beli masyarakat di penghujung Ramadan.
Salah satu pedagang bahan pokok, Eva, mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli menjelang Lebaran menjadi fenomena tahunan. Ia menyebut jumlah pembeli saat ini meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Ini hampir dua kali lipat dari hari biasa, memang sudah lumrah kalau mendekati Lebaran seperti ini,” ujarnya.
Namun, peningkatan jumlah pembeli tersebut juga diiringi dengan kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan. Eva menyebut harga cabai dan bawang menjadi yang paling terasa naik.
“Cabai rawit sekarang Rp 100 ribu per kilogram, cabai merah Rp 50 ribu, bawang merah Rp 40 ribu, dan bawang putih Rp 45 ribu,” jelasnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam. Pedagang lainnya, Ida, menyebut lonjakan harga ayam cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Lumayan drastis naiknya, dari sekitar Rp 35 ribu sekarang jadi Rp 43 ribu per kilogram,” kata Ida.
Berkaca pada tren tahun sebelumnya, para pedagang memperkirakan puncak keramaian pasar akan terjadi pada H-2 Lebaran. Pada periode tersebut, jumlah pembeli diprediksi akan semakin membludak, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan hari raya.
“Kalau tahun lalu, puncaknya di H-2 Lebaran. Biasanya makin ramai, tapi harga juga ikut naik,” tambah Eva.
Meski demikian, tingginya harga bahan pokok menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Beberapa di antaranya mengaku kondisi harga yang masih tinggi berpotensi menahan daya beli sebagian masyarakat.
Para pedagang pun berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok, sehingga aktivitas jual beli tetap berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.
Di tengah dinamika tersebut, Pasar Soponyono Rungkut tetap menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga Surabaya, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.








