Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Perusahaan Kayu di Jombang Pilih Cari Pasar Baru Daripada PHK

oleh -139 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 09 at 12.34.20 PM
Di tengah tekanan ekonomi global, PT Aksha Karunia Mill di Jombang tetap berupaya mempertahankan seluruh karyawan.(Ist)

KabarBaik.co, Jombang– Ketidakpastian ekonomi global mulai dirasakan sejumlah sektor industri, termasuk perusahaan pengolahan kayu di Jombang. Namun, di tengah tekanan tersebut, PT Aksha Karunia Mill memilih bertahan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Alih-alih mengurangi jumlah karyawan, perusahaan ini justru mengambil langkah lain, yakni mencari pasar baru di luar negeri agar roda produksi tetap berjalan.

Saat ini, PT Aksha Karunia Mill mulai memperluas jangkauan ekspor ke beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan India. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika Serikat.

HRD Manager PT Aksha Karunia Mill Ana Damaiwati mengatakan pembukaan pasar baru menjadi strategi utama perusahaan agar operasional tetap stabil sekaligus menjaga keberlangsungan tenaga kerja.

“Kami berupaya membuka peluang pasar baru agar operasional tetap berjalan dan tidak sampai berdampak pada pengurangan karyawan,” kata Ana, Kamis (9/4).

Selain memperluas pasar, perusahaan juga melakukan pembenahan dari dalam. Efisiensi dilakukan melalui optimalisasi mesin produksi, peningkatan kualitas lingkungan kerja, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Ana, perusahaan ingin memastikan efisiensi tidak selalu identik dengan pengurangan tenaga kerja.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaga produktivitas karyawan melalui skema insentif. Bonus diberikan kepada pekerja yang memiliki kehadiran penuh dan mampu mencapai target produksi.

“Insentif ini menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat kerja dan menekan tingkat absensi,” ujarnya.

Tak hanya berfokus pada target produksi, perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui berbagai pelatihan soft skill dan hard skill bersertifikat.

Pelatihan tersebut dinilai penting agar karyawan memiliki daya saing yang lebih baik, sekaligus mampu mendukung efisiensi kerja di tengah tantangan industri.

“Ini kami lakukan agar karyawan memiliki daya saing, dan juga mendukung upaya efisiensi kerja,” ungkap Ana.

Di sisi lain, PT Aksha Karunia Mill juga menilai keberlangsungan usaha harus ditopang oleh standar operasional yang baik. Salah satu pencapaian yang mereka raih adalah penghargaan Zero Accident dengan catatan lebih dari 3,6 juta jam kerja tanpa kecelakaan.

Perusahaan juga memperoleh penghargaan di bidang kesehatan kerja. Tak hanya itu, untuk menjaga daya saing di pasar global, bahan baku kayu yang digunakan juga telah mengantongi sertifikasi legalitas seperti SVLK dan FSC.

“Kami juga menjaga keberlanjutan usaha melalui penggunaan bahan baku kayu bersertifikasi legal agar produk tetap kompetitif di pasar global,” jelasnya.

Di luar urusan bisnis, perusahaan juga berupaya menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan sosial. Mulai dari donor darah, kegiatan keagamaan, hingga program berbagi pada momen tertentu.

Dengan berbagai langkah itu, manajemen perusahaan optimistis bisa menghadapi tekanan ekonomi global tanpa harus mengambil jalan PHK.

“Dengan kombinasi strategi ekspansi pasar, efisiensi internal, dan peningkatan kualitas tenaga kerja, kami optimistis dapat menghadapi tekanan ekonomi global tanpa harus mengambil langkah PHK,” pungkas Ana. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.