Harga Bahan Pokok di Bojonegoro Naik, Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Terasa

oleh -168 Dilihat
IMG 20260521 WA0022 1
Pedagang di pasar tradisional Kota Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Bojonegoro – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bojonegoro mulai dirasakan masyarakat seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang disebut telah menyentuh kisaran Rp 17.622 per dolar AS pada Kamis (21/5).

Berdasarkan pantauan pada website Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) Kabupaten Bojonegoro, sejumlah komoditas penting mengalami kenaikan harga, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, hingga bawang merah.

Harga beras premium tercatat naik menjadi Rp 15.900 per kilogram dari sebelumnya Rp 14.824 atau meningkat sekitar 3,43 persen. Sementara itu, harga beras medium juga naik menjadi Rp 13.500 per kilogram. Kenaikan turut terjadi pada gula pasir dalam negeri yang kini berada di angka Rp 18 ribu per kilogram atau naik sekitar 4,09 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Lonjakan cukup signifikan terjadi pada komoditas minyak goreng. Harga minyak goreng kemasan sederhana kini mencapai Rp 22 Ribu per liter atau naik sekitar 9,44 persen. Sedangkan, harga minyak goreng curah menembus Rp 22 ribu per kilogram. Di sektor protein hewani, harga daging sapi paha belakang naik menjadi Rp 115 ribu per kilogram. Sementara daging ayam kampung melonjak hingga Rp 80 ribu per kilogram atau naik sekitar 14,46 persen.

Tak hanya itu, harga bawang merah kini dijual rata-rata Rp 45 ribu per kilogram atau naik lebih dari 10 persen dari harga sebelumnya Rp 40 ribu. Harga ikan asin teri juga mengalami kenaikan tajam hingga hampir 18 persen menjadi Rp 100 ribu per kilogram.

Komoditas cabai turut mengalami kenaikan. Harga cabai rawit merah tercatat menjadi Rp 75 ribu per kilogram, meningkat sekitar 7,38 persen dari sebelumnya Rp 67.727 per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting naik tipis menjadi Rp 45 ribu per kilogram atau meningkat 1,22 persen.

Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Disdagkopum Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati mengatakan, kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari biaya transportasi hingga dampak tidak langsung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Beberapa memang mengalami kenaikan,” ujarnya, Kamis (22/5).

Yuri menjelaskan, tidak semua harga komoditas dibiarkan bergerak bebas. Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap komoditas tertentu, terutama beras dan minyak goreng yang masuk dalam pasar pantauan nasional. “Ada beberapa pasar pantauan yang mendapat perhatian khusus sampai ke Kemendagri, khususnya beras dan minyak. Sedangkan yang lain mengikuti mekanisme harga pasar,” jelasnya.

Menurut Yuri, kenaikan harga bahan pokok kemungkinan besar dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan distribusi. Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga berdampak terhadap biaya produksi sejumlah komoditas yang masih bergantung pada bahan baku impor.

“Kayaknya lebih ke biaya transport. Dolar melemah secara tidak langsung mempengaruhi beberapa hal yang berkaitan dengan bahan dasar yang masih impor, seperti plastik, kedelai, tepung, pakan ternak, dan pupuk,” terangnya.

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, Yuri memastikan harga beras SPHP dan Minyakita di pasar pantauan masih dikendalikan pemerintah dan belum mengalami perubahan harga. “Beras SPHP tetap di harga Rp12 ribu per kilogram dan Minyakita Rp15.700 per liter. Itu tidak boleh dinaikkan tanpa instruksi khusus,” tegasnya.

Sebagai informasi, website Disdag Online merupakan platform pemantauan harga yang mengambil rata-rata data dari 85 pasar di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Harga yang ditampilkan merupakan rata-rata harga pasar dan bukan patokan harga tetap. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.