KabarBaik.co, Jember – Tingginya harga cabai merah jenis sret memicu petani di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jember, untuk melakukan panen dini. Langkah ini diambil guna mengamankan keuntungan sebelum harga pasar kembali fluktuatif.
Saat ini, harga di tingkat petani mencapai Rp 45.000 per kilogram, melonjak drastis dari harga awal Januari yang hanya berkisar Rp 15.000 per kilogram.
Salah satu petani, Puji Rahayu Ningsih, mengaku terpaksa melakukan petik perdana lebih awal meski usia tanaman baru menginjak dua bulan.
“Mumpung harganya mahal, jadi segera dipanen agar tidak kehilangan momentum,” ujarnya saat ditemui di lahan miliknya, Rabu (4/2).
Selain faktor harga, tantangan cuaca ekstrem juga menjadi alasan petani melakukan panen lebih cepat. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak bunga tanaman rontok, sehingga kualitas buah tidak maksimal.
Hadi Suroso, anggota Kelompok Tani Manunggal Tresno II, menambahkan bahwa mahalnya harga saat ini dipicu oleh minimnya stok di tingkat produsen. Di wilayahnya, lahan cabai kini hanya tersisa sekitar 3 hektare.
“Banyak petani beralih menanam padi karena cabai membutuhkan biaya operasional tinggi untuk pupuk dan obat-obatan di tengah cuaca buruk,” kata Hadi. (*)






