Harga Cabai Merah Tembus Rp 45 Ribu, Petani Jember Panen Dini

oleh -75 Dilihat
Lahan pertanian cabai di Jember. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Tingginya harga cabai merah jenis sret memicu petani di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jember, untuk melakukan panen dini. Langkah ini diambil guna mengamankan keuntungan sebelum harga pasar kembali fluktuatif.

Saat ini, harga di tingkat petani mencapai Rp 45.000 per kilogram, melonjak drastis dari harga awal Januari yang hanya berkisar Rp 15.000 per kilogram.

Salah satu petani, Puji Rahayu Ningsih, mengaku terpaksa melakukan petik perdana lebih awal meski usia tanaman baru menginjak dua bulan.

“Mumpung harganya mahal, jadi segera dipanen agar tidak kehilangan momentum,” ujarnya saat ditemui di lahan miliknya, Rabu (4/2).

Selain faktor harga, tantangan cuaca ekstrem juga menjadi alasan petani melakukan panen lebih cepat. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak bunga tanaman rontok, sehingga kualitas buah tidak maksimal.

Hadi Suroso, anggota Kelompok Tani Manunggal Tresno II, menambahkan bahwa mahalnya harga saat ini dipicu oleh minimnya stok di tingkat produsen. Di wilayahnya, lahan cabai kini hanya tersisa sekitar 3 hektare.

“Banyak petani beralih menanam padi karena cabai membutuhkan biaya operasional tinggi untuk pupuk dan obat-obatan di tengah cuaca buruk,” kata Hadi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.