KabarBaik.co, Malang – Harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Malang terus merangkak naik. Bahkan, pada Jumat (29/5), harga cabai rawit menembus Rp 100 ribu per kg, sehingga membuat daya beli masyarakat melemah dan aktivitas pasar menjadi lesu.
Pedagang sayur di Pasar Klojen, Jumariyah mengatakan kenaikan harga cabai rawit terjadi hampir setiap hari sejak lebih dari sepekan terakhir. Pada Kamis (28/5), harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp 90 ribu per kg sebelum akhirnya naik menjadi Rp 100 ribu per kg.
“Cabai rawit Rp 100 ribu per kilogram hari ini, kemarin masih Rp 90 ribu. Tiap hari naik sejak seminggu lebih,” terang Jumariyah, Jumat (29/5).
Tidak hanya cabai rawit, harga bawang merah juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Saat ini bawang merah dijual hingga Rp 60 ribu per kg, padahal harga normal biasanya berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kg.
Sementara itu, harga bawang putih masih relatif stabil di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kg. Menurut Isnaini, stok bawang putih di pasaran juga masih aman.
“Kalau harga bawang putih masih stabil, stok juga masih cenderung aman,” ujarnya.
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut berdampak langsung terhadap kondisi pasar tradisional. Para pedagang mengaku jumlah pembeli menurun karena masyarakat mengurangi belanja kebutuhan dapur akibat harga yang terus melonjak.
“Kalau pasar kondisinya sepi, sehari bisa habis 1 kilogram sudah bagus kalau cabai,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang bumbu dapur, Sumiati. Ia menyebut harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kg dan mulai mengalami kenaikan sejak satu minggu menjelang Idul Adha.
“Cabai rawit sudah naik, sekarang Rp95 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram. Sudah naik sejak satu minggu sebelum Idul Adha,” ungkap Sumiati.
Menurutnya, menjelang Idul Adha biasanya permintaan kebutuhan dapur meningkat. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi tahun ini karena tingginya harga berbagai bahan pokok membuat masyarakat menekan pengeluaran.
“Kalau kebutuhan harusnya banyak karena musim Idul Adha. Tapi karena harga semua naik, jadi kondisi pasar sepi,” ujarnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat kembali pulih dan aktivitas pasar kembali normal.
“Kalau kondisi pasar sepi terus, kita pedagang yang kebingungan. Harapannya harga segera turun karena kalau serba mahal pembeli mengurangi pembelian,” tandasnya. (*)







