Harga Cabai Rawit Meningkat Jelang Akhir Tahun di Blitar

oleh -69 Dilihat
4b4824b6 6484 4b04 b604 658b402cdd89
Hamparan tanaman cabai di Blitar. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co – Harga cabai rawit di Kabupaten Blitar sempat mengalami lonjakan signifikan menjelang akhir tahun 2025. Kondisi ini tidak hanya memberatkan konsumen, tetapi juga mendorong kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daerah hingga menempatkan Blitar dalam tiga besar tertinggi di Pulau Jawa.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar menunjukkan, pada pekan ketiga Desember, kenaikan IPH di Kabupaten Blitar mencapai 5,90 persen. Cabai rawit merah menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil sebesar 4,48 persen.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Blitar Fauzia Laame, menyebut tingginya harga cabai dipicu oleh terganggunya pasokan di tingkat petani. Produksi menurun akibat kondisi cuaca yang tidak menentu sepanjang Desember.

“Perubahan cuaca yang ekstrem, dari hujan deras ke panas terik, membuat banyak tanaman cabai terserang penyakit dan gagal panen. Dampaknya, pasokan menurun dan harga melonjak,” kata Fauzia, Senin (29/12).

Saat ini, rata-rata harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Blitar berkisar Rp64 ribu per kilogram. Angka tersebut telah melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57 ribu per kilogram.

Menghadapi situasi tersebut, Pemkab Blitar menyiapkan langkah pengendalian jangka pendek. DKPP berencana menambah pasokan cabai dari luar daerah yang masih memiliki produksi stabil untuk menekan gejolak harga di pasar lokal.

“Kami berupaya mendatangkan suplai dari daerah lain agar stok bertambah dan harga bisa kembali mendekati harga acuan,” ujarnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.